Hari raya tahun ini lain. Rani ingin pulang.Ikut ke Palembang. Masalahnya , dulu ketika mereka mau menikah , ada janji secara lesan,bahwa kalau dia jadi menikah dengan Amran , maka salah satu syaratnya dia tidak boleh ke Palembang.
Dia setuju.
Tahun ini dia wan prestasi.Tanpa negosiasi , ia memutuskan untuk iku tke Palembang. Meski pada mulanya Amran tidak mau berterus terang , tapi Abel sudah jauh jauh hari telepon kalau dia dan mamanya akan ke Palembang , lebaran ini.
" aku tidak ikuut " serempak anak anak mengomentari rencana itu.
" enggak... gendeng ta , ngajak dia " kata papanya
Dan semua itu terbantahkan dengan pernyataan Rani sendiri, Bahwa dia dan dua anaknya akan terbang ke Palembang , tepat padahari raya idul fitri nya.
Sekarang tinggal aku.
Aku , jelas tidak akan ke Palembang. Tahun ini ada pertemuan keluarga besar ayahandaku di yogya. Ke Palembang bersama Rani?, rasanya aku masih belum sanggup berada bersama di depan keluarga besar Palembang. Ini mengerikan. Tidak lucu bagiku. Juga tidak sanggup aku membayangkan respon keluarga itu.
Malam itu , aku sholat dua rekaat,Mohon Allah membukakan hati anak anak , hati suami dan istrinya , Mohon Allah melembutkan juga. Ini bukan hal mudah. bagi kami semua.
"jangan cuma berpikir tentang perasaaanmu, dik. itu namanya egois "
" lho , isin lho mah..... "
" ini resiko , anakku , resiko. Resiko dari sebuah pilihan yang telah kita ambil. Kita pilih papa menikahi dan itu berarti kita menjadikannya sebagai bagian dari hidup kita.Sekarang setelah dia jadi istri papa , jadi menantu nyai dan yai, pasti dia juga ingin menunjukkan baktinya dengan datang kesana "
" lek aku ngono gak iso mlayu yo mah .... lanang satu satunya yo....ngrewangi papa nyetir.... "kata anak laki lakiku
" iyo, nasipmu.... huapik tenan"
" sing penting onok konpensasine to... "
" opo misale.mas"
" mampir jakarta.... belanja"
" alah.... disurabaya lho juga ada "
" lain mah .... kan ada mama Rani.... hahaha"
" dia pulang duluan , ntar abel aja yang ikut kalian naik mobil "
" lealah.... wis gak popo . .... apes apes..."
" Yah.... ini bakti pada papa. Dia sudah kerja buat nyukupi kalian. SEkarang cuma diminta berwajah senang dengan kehadirannya saja masak gak mau"
" mau mau , mah..... siap ,bos ! "
Kamis itu kami berangkat ke semarang. Amran sudah di semarang lebih dulu. Aku sengaja ikut karena ingin bertemu dengan Abel. Pengen tahu bagaimana dia sekarang.Sepanjang jalan kubayangkan pertemuan itu. Dinginkah dia>? Atau heboh seperti di teleponnya?.
Aku kecewa.
Dia tidak ada ditempat. Dia dengan papa dan mamanya berada di kantor satunya.Kata pembantunya , kalau mau ketemu , langsung saja ke kantor .
Kalau mau ketemu?,perih rasanya ngramesi kata katanya.Kok bisa bisanya ya , kami yang datang dari surabaya cumna ditelepon pembantunya dan katanya " kalau mau ketemu ,ke kantor merbau saja..... " wow.
" papa dimana , bel "
"lagi tidur ngeloni dik nindy , sama mama "
" oh.... ya sudah ,mama pulang lagi saja ya ke surabaya..... "
" LHO JAngannn.... emmmm , mama jangan pulang.... "
"lha kamu gak bisa ditemuin.... yo wis aku mulih maneh ae , bel.... "
" mama.... jangan.... jangan pulang "
" yo wis aku tak ke ambarawa.....nanti sore sore ke rumnahmu "
" jangan... ikut...ikut.... "
sesoreitu , kami putar putar disemarang, agar sore dan bisa mampir dikantornya yang di Metro.
Abel agak kurus. Tapi makin putih dan cantik. SEjak bertemu dia sudah tak mau duduk dengan manmanya. kami berpelukan sepuasnya. Besoknya ketika rombongan ke palembang berangkat, aku dan abel , tanpa mamanya, jalan jalan ke Sri Ratu , moll yang cukup besar dikota semarang ini.
"Aku mmau baju mekro , mah... kayak mbak Dhea "
" boleh "
" aku juga mau jepit yang banyak "
" boleh .."
" Aku mau jaket juga, warna pink "
" akehe , bel.... kan sudah punya jaket banyak..."
" iya , tapi kan semua pilihan mama. Bukan mauku. Pilih ini gak boleh , itu gak boleh...semua hanys maunya mama. Bosen aku"
" hoho... curhat nih, curhat.... "
" Tapi kan pilihannya mama baguis bagus juga.... "
" kadang kadang siuh.... masak mah , aku kemarin pake baju muslim dari baju daster yang dikasih kaos..."
" lagi model , bel "
" elek.... aku gak suka "
" Yo wis miliho , tapi milih juga buat dik nindy ya.... "
" gak usah , mah ,dik nindi lho bajunya sudah selemari, aku masih sedos "
" halah./... arek iki.... dik nindy beli satu kamu tiga wis "
" oke... mama ku , emh ... mamaku sayang"berkata begitu dia merangkulku dan mencium pipiku.
Malamnya kami tidur berdua.
Menurutku , dia baik baik saja. Nantinya akan baik baik saja. Kebetulan papa mamanya setype. Pekerja keras,semua harus dikerjakan secara sempurna, sangat sibuk dan emosional. Dia berusaha tidak membuat mereka berdua marah dengan menyetujui semua saran mereka.Kupikir , disinilah peranku , membuat keseimbangan baginya.SEsekali aku akan bersamanya ,dan dia bisa melepas kepenatan hatinya agar bisa kembali di dunianya lagi.Dunia nyata yang harus dijalaninya.
Mudik kali ini penuh warna. Sulungku malah harusberhenti dari tempatnya bekerja karena harus mmenyesuaikan jadwal papanya.Tidak apa apa. Kalau dia di pecat bos , dia bisa cari pekerjaaan lain. Dan bakti pada papa ini , pasti jelas hitungannya. Allah kita itu maha menghitung. Tak akan ada yang terlewat olehNya.Keikhlasanmu menjalani semua ini pasti akan di gantinya dengan berlipat ganda.
SEmoga sampai dipalembang dengan selamat. Kembali ke surabaya dengan semangat baru. Kadang kita memang harus kehilangan sesuatu yang kita kira akan jadi milik kita selamanya. Tapi Tuhanku maha mengganti, Ia akan ganti semua dengan yang baru .Dan jika kita ikhlas dengan penggantinya itu , kita akan mendapatkannya yang baru itu sebagai sesuatu yang penuh berkah.
Sidoarjo,
Akhir puasa 2010
Wan Prestasi
23.46 |





