(2)
Maka teruslah bermain, atau berlarian kesana kemari sesukamu.Semua sudah terjadi. Maka permainan itu tinnggal menunggu usai. Aan berakhir bagaiman semua ini, tererah pdamu.Tidak! bahkan kaupun tidak bisa menginginkan seoerti apa permainan ini akan di sudahi.
Kamu boleh tidak peduli bagaimana pecah tangis kami, atau luka yang ters mengeluarkan nanah ini. Kamu juga sudah bertekat, seperti apapun protes kami, yang penting adalah kmu dan silvimu. Bahkan katamu, Ranipun akan kamu ceraikan-- padahal dia yang menopang semua usahamu selama ini--, apalagi aku. Begitu sumbarmu siang itu.
Kamu bahkan tidak peduli bagamana dunia kami bereaksi dengan kekacauan ini.Jadi baiklah, jalani saja permainanmu.
Karena kamu,
orang yang sangat banyak perhitungan dalam mengambil keputusan bisnis dan tida pernah sukses menangani percintanmu,
orang yang selalu melarang orang main hati, padahal kamu paling suka main hati,
orang yang yang mudah marah jika semua tidak dalam kontrolmu,
orang yang mudah kecewa dan meintih
orang yang selalu mensalah fahami orang lain, selalu curiga dan rinci,
orang pendendam, selalu merasa benar dan tidak pernah mau kalah
Tentu aku bagimu adalah sampah
dan akan selalu terlihat seperti sampah di matamu,
Tapi tentu saja kamu salah,
karena aku tidak akan pernah menghina ibuku yang melahirkanku, dengan menjadi sampah
ah,
derita di dunia ini tida akan lama,
paling seumur yang aku punya,
aku belajar dari ini semua,
bahwa Tuhanku, hendak meluaskan hatiku lebih lebar
agar ak idak songong berjalan di buminya.
tq
Sda,tengah malam,6 nov 2013
NO THING
Kuhapus air mataku , lalu kutanyai diriku sendiri," kenapa aku menagis ". Memang ada yang sepeeti menyesak di dadaku, sampai rasanya tidak bisa brnafas lega. tenggorokanku juga terasa sakit seolah ada yang menyekat.Kepalaku bagian belakang sisi kanan juga teras sakit, seolah ada yang menekan nekan.Ya, Kenapa aku menangis, tanyaku lagi pada diri sendiri.
" dia menikah lagi ", jawabku pada diri sendiri.
Itu yang membuat hatiku terasa perih, dadadku terasa sesak dan kepalaku terasa sakit. Rumor itu seolah sedang membuktikan diriya. Makin dicari buktinya , sepertinya makin menampakkan jati dirinya dan itu yang membuatku terasa mengawang degan selurh bagian tubuh atasku sakit.Mulanya pembantu kantor itu yang bilang kalau silvi dan amran nikah siri.bahwa hidup gadis itu makin makmur setelahnya, karena kemudian dia mendapatkan semua yang dia mau .Bu Nanik, pembantu itu juga bilang, bahwa mereka sebetulnya sudah terang terangan, artinya banyak yang sudah tahu, tapi mereka tidak memberitahuku.." Memangnya kenaapa Deka, kalau silvi dan amran kawin "
" ya memangnya kena apa kalau amran dan silvi kawin?"
Sai hati?.kena apa sakit hatimu?. Merasa di khianati?. Pasti sakit hatimu melihat dia dengan perempan lain. Apalagi kalu perempuan itu sudah kamu kenal lama, apalagi kalau selama ini kamu juga berbaik baik padanya, apalagi kalau kamu sebetulnya tida mengira ia akan tega melakukan itu padamu. Pastu itu yng membuat hatimu terasa sakit."Mari kita bicara lebih dalam, deka, mari."
Suah Lima tahun sejak Amrn tidk tinggal dirumah, ia tinggal berpindah dari kantor, ke rumah di Rungkut lalu kembali ke kantor. Mulaya ia empat hari ia berada di Surabaya dan 4 hari ada di semarang, dirumah Rani, istri keduanya.Tiga atau empat hari selama dia berada di Surabaya ia juga tdak berada bersaamu. Jadi sebetulnya, ia tidak pernah ada bersamamu. Lebih jelasnya, ia tidak lagi bersama kamu dan anak anakmu.Apa kamu pernah menawarinya kembali kerumah, menelpon menanyakan kabanya, memahami btapa sepi dan menyesalnya dia?atau kamu juga berusaha berbaik baik dengannya?
" tidak "
kepergiannya adalah berkah bagimu, karena kamu tida lagi mendengar auaman suara marahnya, atau caci makinya, atau sikap sikapnya yang menyakitkan hatimu. Kamu merasa bahagia karena tidak lagi harus ketaktan kalau tahu dia pulang--karena hal kecilpun bisa buat dia naik darah dan marah--, tidak harus menyiapkan keperluannya, atau membuat hal hal yang kamu kira akan menyenangkan dia, padahal malah akan mengundang marahnya.Anak anakmua juga tidak perlu lari kekamarnya, saat kalian sedang asyik ngobrol dan dia datang. Artinya, sebetulnya beban itu terangkat, ketika ia pergi dari rumah.
ketika keadaan tenang, lalu kalian bisa ngobrol dan pergi bersama, ktika omunikasi kamu rasa semakin enak, kamu pikir semua baik baik saja bukan?.Kamu tidak pernah berpikir bukan bahwa semakin tua dia, semakin seoi dia dikamar kantor itu, semakin dia merasa ingin di temani, semakin dia memerlukan keluarga dan anak anaknya. Apa kam,u juga tahu bahwa seringkali ia harus menghabiskan harinya dengan teman temannya yang sebetulnya juga sudah mulai menjengkelkan--karena jadi benalu -- . Kamu juga tidak pernah berbuat apa apa etika dia mengeluh sakit dan kembali ke kamar kantornya sendiri, sedangkan dia ktakutan mati sendiri disana, membusuk dan tdak ada oran yan tahu?.
" Tidak.Tidak sama sekali".
jadi ketika sekarang dia butuh teman , dan silvi mau menemani , masikka kamu merasa ia mengkhianatimu?.TEngok dimasa lalu, ketika ia tergila gila dengan Rani, Yeny , Pingki , Mery atau Rara. Dia bilang karena dia butuh diperehatikan. Kamu sibuk dengan anak anakmu dan sibuk dengan sakit hatimu karen tindakan kasarnya padamu. Kamu hampor tidak bisa merasai, bahwa sakit hatimu, kemarahanmu itu cuma hal kecil bagnya. Yang penting adalah rasa sepi dan sendirinya itu. Ia juga mrasa penting untuk sukses dan banyak uang, dan itu membuatnya makin kesepian karen kemudian dia mudah marah, dan orang berlari menjauhinya, termasuk kamu.Rani, yeni dan pinki itu yang mau menemaninya jalan, bersenang senang atau berbicara tentang hatinya yang sepi itu.
"jadi aku harus bagaimana?'
Tetaplah jadi dirimu.Yang fokus keanak anakmu, yang memohon tidak henti henti menjadi perempuan yang sabar dan bai hati. Jadilah dirimu yang sekarang.Karena itu yang pernah membwamu sukses melalui kejadian yang sama di masa lalu. kamu tidak perlu jadi dewi penolong fokuslah pada dirimu sendiri. Soal Rani atau silvi atau perempuan peremuan lain yang akan datang, itu urusan Amran sendiri.Kalau sekarang kamu mu sok mengubah keadaan, sepertinya sudah samgat terlambat. Kalau misalnya kamu jadi perhatian ke amran dengan sikap sikap manis, misalnya, ia akan mengatakan padamu kalau itu sikap kepura puraan dan amran akan semakin menujukkan padamu bahwa dia sungguh tidak peduli apalagi lalu mau mengikuti maumu.
jadi lebih baik diam, dan melihat, dan bersiap dengan pertunjukan selanjutnya.
Selama kamu jadi istrinya, dunia akn berpiak padamu. Anak anak akan baik bai saja dan duniamu akan berjalan seperti adanya. Tidak ada lagi peristiwa besar atau kecil.Karena semua sudah pernah terjadi.Jadi kamu akan baik baik saja.
Tentang pendapat orang lain, itu memang akan riuh saat dibicarakan. Tetapi kalau kamu tetap diam, tidak akan ada yang dapat melukaimu.Ada Tuhan yang maha menyejukkan hati, maha melihat, maha memberi, maha mengerti, maha member solusi, kamu takut apa?FInansial? Ia juga maha Kaya, jangankan ebutuhanmu, kebutuhan semua hambanya saja ia bisa cukupi bahkan dengan berlebih
Maka diam sajalah. Tidak usah mencari info tentang silvi atau bahkan tentang Rani. Biar bumi merea berputar pada poros masing masing. Kamu juga tidak akan bisa mengatasinya nanti, meski dengan seluruh upayamu.Tidak usah menceritakan pada orang lain.Cukup untuk kamu dan anak anakmu, karena dia adalah yang ikut melakoninya.
Tuhan itu, seperti yang kamu bayangkan.
maka berilah sifat sifat yang kamu inginkan, ia akan menjadi seperti itu nantinya.
Sidoarjo, 6 November 2013
dhuha
PENGULANGAN
Ini yang akan aku lakukan,kalau aku sedang gelisah,saat Perasaanku sering lebih terasa bergetar getar , seolah dia berpendar pendar tidak karuan, saat Aku bingung mengatakannya , dan yang terasa adalah perasaan tidak enak , sedikitt mengwang dan diantara keduanya muncul rasa sedih, seolah aku punya sesutu masalah yang tak tertangani. Suhu bandanu terasa sedikit meninggakt tapi ada juga rasa demamnya.Berbarengan itu juga aku merasakan badanku tsdikit letoy, dan kalau aku mencoba tidur, tidak juga bisa lelap, malah gelisah .seperti sedang tersesat da tidak tahu mau melakukan apa.
Aku akan menulis masalahku da menganalisanya,.
1. Masalah : ada isue kalau Amran sedang punya affair denan silvi, admin dikantor nya.kata nu Nanik, pembantu dikantor itu,
- mereka sudah kawin siri
- uang hasil kosan di rumah rungut, untuk silvi
- dia dapat uang banyak dari amran
2. yang mencurigakan dari silvi
- dia pasng bekhel gigi
- dia pkai banya perhiiasan
-baju tas dan sepatu, ganti terus warnanya, sesuai bajunya
- di fbnya ada status, " ya......gak bisa bobo, karna babe", " yah...menyenangkan", ada foto nindy dan abel
3. yng mencurigakan dari amran
- lebih sering merasa geisah
-mengurus urusan keluarga, menebus barang dari penggadean, dengan silvi, di royal, lalu jalan jalna
- meski silvi sudah keluar dari kangor, tapi bisa ia panggil sewaktu wktu jika membutuhkan
-urusan makan dan sebaganya, silvi yang ngurus
- silvi ngurusin pembantu sampai ke soal baju
-kalau amran telepon siilvi di depan aku atau anak anak, ia tidak menyebut nama
4. analisa
Silvi dan amaran jelas sedang punya affair. Itu yang selalu dia lakukan dengan pinki atau yeni di masa yang lalau. streotipenya, mereka perempuan yang punya banyak masalah, tulang punggung keluarga, yatim dan gila kerja.( rani, yeni dan pinki dan sekarang silvi)
Ketika aku berkomentar dan bereaksi seperti ketika ia dan Rani, rani malah bersumbar untuk idak memanggilnya "Rani " kalau dia tidak bisa mendapatkan Amran. Karena aku marah dan memalukan mereka di depan teman temannya, akhirnya Rani merelakan hamil dan seumur hidup dia bertekat untu mendapatkan Amran, dengan segala cara.Ktika dia hamil dan Amran tidak menikahionya, ia menyebarkan diri ke seluruh kolega Amran, bahwa dialah istri Amran. Ktika Abel lahir dan amran juga tidak menikahinya,-- malah ak yang mengasuh abel _, ia curi abel berkali kali untuk menaklukkan hat amran.Lalu, delapan gahun setelahnya, ketika aku merelakan mereka
(3)
Senang hatiku, karena sekarang sudah tidak perlu mengumbar basa basi. Jadi tidak peduli apapun yang sedang dia buat, sedang pasang tender atau sedang berebut untuk membeli rumah rumah yanag dilelaang, atau sedang mewek semalaman karena Amran ngambek dan tidak peduli dia, atau dia lagi pergi dan pamer barang barang yang dibeli, aku tidak perlu lagi memberi komentar atau membawanya dalam percakapam dengan siapapun.
sejak masalah "kutu" itu, kami putus hubungan.
jauh didalam, aku membenarkan pendapat orang tentang diriku Katanya aku hebat, sabar dan sedikit bodoh, karena membiarkan dalam cengkeraman Rani, perempuan yang mukanya lebih pantas disiram air raksa--karena merebut suami orang-- dari pada di puji apa lagi diterima dengan baik.Tapi yang sebenarnya, lebih jauh dialam hati.,aku merasa hebat juga-- takjub pada diri sendiri--, dengan yang pernah aku lakukan.Menemaninya belanja keperluan bayi, mengantarnya pergi ke rumah sakit untuk melahirkan, merawat bayinya hingga 8 tahun, memperkenalkana anaknya padanya dan berupaya anak itu menciintainya, mengupayakan anaknya mau pindah dan tidak memprovokasinya.Menikahkan dia agar tidak jadi omongan negatif masyarakat, memberi anaknya nama keluarga yang dia sendiripun tidak berani mencantumkannya, menemani dia jalan di mol, datang kerumahnya ketika bayi keduanya lahir, menenangkan dia ketika menangis, terkapar tidur di depan tivinya sedang dia berdua dengan Amran, membuat cerita cerita masuk akan agar dia tidak di benci keluarga, bersimpati dengan masa lalunya, menenangkan hati ibunya agar tidak khawatir anaknya dimusuhi, mengundngnya dipernikahan Dhea dan tidak mempedulikan bagaimana tetangga berbisik bisik.
sekarang itu tdak perlu lagi aku lakukan, dan itu melegakan.
Dia pasti senang juga karena juga tidak perlu berbasa basi lagi.kami berdua sama senangnya karena tiidak membebani hati masing masing. Mboyak... yang akan terjadi, ya terjadilah.
" lha kalau aku wisuda , gimana mah," taya Tya." Memangnya kenapa Tya"." Kan mama sama papa harus hadir .Aku wisudanya dua kali lho, ma. Satu untuk fakultas, lalu satu kali lagi untuk Univversitas. Jadi mama paling tidak menginap 2 alam di sana". " ya nginap di kosanmu, Tya, kok repot.Atau ya gak usah hadir. Memang harus hadir?"." mas Yuda-- suami dhea--, dulu juga gak dihadiri siapa siapa"." nanti foto fotonya di Surabaya saja"
" ah, gak asyik, ah "
" memangnya kenapa harus asyik, Tya"
'Wisuda itu tanda bahwa pendidikanmu di universitas itu sudah selesai.Semua orang tua juga bangga bahwa anaknya sudah menyelesaikan pendidikanya. Kebanggaan itu tidak lantas pupus hanya karena tidak hadir pada saat kamu diukuhkan jadi sarjana dan menyatakan pendidikanmu selesai bukan ?.Sebab kebanggaan itu ada disini, di dalam hati", kataku sambil menujuk dada
" iya sih, sak karep mama saja "
Dan ini sialnya, atau mungkin ajaibnya, semua tentang kami masih harus berurusan dengan dia.karena semua mobil atas nama dia, karena pekerjaan indovision harus melibatkan dia, karena setiap tahun saat pulang ke palembang harus transit dirumah dia, karena keuangan masih di kelola dia, karena semua aset yang ada disurabaya dilising atas nama dia, karena semua kartu kredit dipakai dia.
bagaimana lalu tidak peduli?
apalagi kalau Abel sms begini " mama, aku kangen.Aku galauuuuuu "
ah!
(2 )
" aku menyerah", katanya mengawali pembicaraan." ini yang terakir dan aku memutuskan utnuk tidak mencarinya lagi".Aku mengangguk, tanda mengerti. Mngerti apa yang sedang bergejolak dalam hatinya. Mengerti mengapa dia akhirnya memutuskan untuk menyerah.
' sudah mulai di urus ?"
" tidak usah diurus, mbak.Tidak usah diurus. Dibiarkan saja "
' kenapa"
" aku tidak mau membuang energi lagi buat memikirkan masalah itu. Biar saja begitu. Sekarang, dia sudah tidak tinggal dirumah lagi.Dia sudah keluar dari rumah. Itu bagus kan?. Jadi kami tidak usah bertemu lagi. Aku sudah memberinya kesempatan untuk pulang, bahkan sampai tiga kali dan dia memilih perempuan itu.Sekarang dia betul betul harus keluar dari rumah."
Itu keputusan luar biasa.Sheny, temanku itu jenis perempuan yang tabah. Hampir dua puluh tujuh tahun menjalani pernikahan dengan yoyok, sudah puluhan kali terjadi perselingkuhan . Dulu aku suka heran dengan semangatnya yang pantang menyerah. Dengan siapapun yoyok berselingkuh, sheny bukan cuma akan menemukan semua nomor telepon, sms atau rencana pertemuan mereka, ia juga akan melacak perempuan itu, mendatanginya, melabraknya, lalu membawa suaminya kembali kerumah.
Yoyok mengulanginya lagi, dan lagi, dan lagi.
kalau di rentet kebelakang, perempuan perempuan yang diselingkuhi yoyok, bukan perempuan biasa. Kebanyakan mereka bekerja sebagai spg atau pegawai cafe, janda janda duafa yang banyak tanggungan bahkan perempuan perempuan yang gak jelas nasapnya. Tapi yoyok selalu cinta mati terhadap mereka. Ia bisa mengeluarkan uang pribadinya, pinjam sana sini, bahkan berani menipu untuk memenuhi hasratnya menjadi ' super hero' bagi perempuan selingkuhannya itu.
Menurut Sheny, ia bertahan dan terus menghalangi perselingkuhannya sukses -- sampai menikah, misalnya--, karena ia berharap Yoyok akan berubah suatu hari dan perselingkuhan saat itu adalah yang terakhir.Tiba tiba saja sudah dua puluh tujuh tahun ia membiarkan drinya menjadi " penyelamat " rumah tangganya. Yoyok berhenti berselingkuh untuk memulai perselingkuhan yang baru.
Dan sekarang dia menyerah.
Aku menghormati keputusannya, karena memang dia sendiri yang harus menghentikan ijin bagi dirinya untuk disakiti. Perempuan sendirilah yang harus berhenti mengijikan dirinya di sia siakan, di hina pribadinya dan biarkan dirinya tidak di hargai.Tidak ada yang akan menghargai perempuan lebih baik dari pada dirinya sendiri.
" jadi dia sekarang tinggal dimana?"
" kos di jl yuwono. Mungkin sekamar dengan Wisnu".
" Wisnu teman Amran?yang kerja di Cito?"
" iya. Wisnu dicerai istrinya setelah ketahuan selingkuh dan punya anak satu dengana perempuan itu. Nyatanya dia juga tidak balik ke perempuan itu, malah kos.Sepertinya Yoyok juga kos disana.Ambil kamar sendiri, atau numpang wisnu, aku tidak jelas.Kemarin pas ketemu Wisnu, dia mengeluh karena yoyok pakai mobil rental dua minggu dan belum dibayar. Dia terpaksa nomboki dulu untuk sepuluh hari pertama.Katanya dua setengah juta.Selebihnya belum dibayar"
" gak usah ikut mikir, mbak. Biar dipkir yoyok dan wisnu sendiri.gak usah nawar nawari buat nalangi dulu.Tapi jangan juga di biarkan enak enakan dia. Selagi dia diluar rumah dan tanpa fasilitas, dia pasti pengen mengambil hatimu. Dia pikir kamu akan welas asih dan membolehkan dia kembali kerumah. Kalau perlu suruh anak anak minta keperluannya ke papanya.Daripada perempuan itu yang minta kan ya lebih pantas anak anaknya. Dmatanya, kamu pasti seperti tahi. Tapi terhadap anak anak dia tidak akan bs menolak.Jadi aji mumpung saja "
" kemarin dia sunatkan anak gendakannya itu dan membuatkan pesta.Dia juga beli robong buat jualan es jus dan roti bakar buat calon mertuanya"
" calon mertua ?. Sudah seserius itukah?.Kalau masih ngasih ngasih sih biasanya malah karena belum jadian dan belum dapat mauanya. Paling paling ya cuma pergi sana sini. Tidur disana tidur disini. Tapi itu malah yang paling bahaya utuk finansial keluarga. Karena ia pasti ingin menunjukkan kalau dia pantas dipilih , maka dia royal. kalau sudah beneran nikah malah biasa biasa saja biasanya.Jadi benerlah mbak, dari pada gendakannya itu yang minta , ya anak anak saja yang disuruh minta. Masalah uang dari mana , gak usah peduli. laki laki seperti itu sdah tidak berguna dipikirin. Wah sadis ya kita.... "
sekali dua kali mungkin memang dia khilaf .tapi kalau berkali kali, itu sih hoby.
laki laki tidak berharga itu memang harus diiarkan pergi. Biar puas dia perpetualang.Barangkali diluar sana masih banyak perempuan , yang meski tidak dinafkahi, meski selalu di khianati, selalu disakiti, . tetap menyediakan makan pagi, masih menyiapkan baju dan kaosnya, masih menerima rombongan keluarganya yang minta tolong, yang tetap ramaah kepda teman tmannya, mau nomboi kekurangannya, mau meutup aibnya.
kalau perempuan tegas terhadap dirinya, tida mengijinkan dirinya disakiti, orang juga tidak berani semena mena.Kecuali orang sakit jiwa, tentunya.
TEMANKU
(1)
Dulu, suami suami kami -- Amran, Yoyok dan Ramli-, akrap. Sheni, istri yoyok bisa dengan santai pergi keJakarta dan menitipkan dua anaknya, Andre dan Dita ke rumahku.Kebetulan mereka sepantaran dengan Ade dan Tya.Jika perlu sesuatu, Istri Ramli juga bisa datang kerumahu untuk minta tolong.Kami akrap.Lahir bathin.Saling jadi tempat curhat.
lalu semua berubah.
Ramli yang lama menghilang, tiba tiba muncul dngan istri baru. Gila, ternyata yang mengurus surat surat sampai dia bisa menikah lagi itu Memed, adik amran.Yang menyaru jadi keluarga Ramli agar pantas dilihat kluarga calon istrinya, Memed dan Dedek. Gila! bener bener gila! . " lha kupul kebo kan malah bahaya", kata memed. " lagian Ramli juga gak bisa disalahkan lho mbak. Dia menghilang itu ada alasannya".
Alasan yang jadi pembenaran sikapnya.
" dia gagal ", kata memed mengawali ceritanya tentang Ramli. Waktu Ramli kerja di Jakarta, Amran da yoyok memutuskan kembali kesurabaya Jadi dia sendirian disana. Dia tidak menghasilkan uang banyak dari kerja tele marketing hotelnya.Dia bahkan tidak bisa makan. Sampai sampai dia tidur diemper toko dan menarik becak, untuk memenuhi kebutuhan perutnya.Jadi jangankan untuk dikirim ke kekuarganya di surabaya, untuk makan sendiripun dia tidak bisa.
" apa dia tidak mengabari anak istrinya?' tanyaku heran. Dia kan kerja di tele marketing. Setiap hari pegang telepon. Masak tidak bisa mengabari istri dan anaknya dimana dia berada?.Karena kabar dari istrinya, Ramli minggat!. Tida bisa dihubungi.!
Memed tidak menjawabku. ia ber cerita lebih banyak lagi. Bertahun tahun kemudian, dia pulang. Ramli pengen kembali kekeluarganya, tetapi keadaan sudah berubah. Istrinya sudah nikah siri dengan laki laki-- bos tempat dia bekerja--yang bersedia membantunya merawat anak anaknya.Membantunya menjalani hidup dan mencukupi kebutuhan mereka." Ramli bawa uang banyak.sekitar sepuluh juta". Dia bekerja ditravel , milik Vivi, teman perempuan yang selama ini hidup bersamanya. Yang mengangkatnya dari jalanan-- istilah memed--..
" kenapa slama ini dia tidak berkabar", Med
" dia malu ". kata memed akhirnya menanggapi pertanyaanku ." istrinya saja yang tidak sabar"." Ramli kan juga sedang berjuang untuk mereka.
" oooo ", cuma itu yang keluar dari mulutku.Geram sekali hatiku mendengar pembelaan teman Ramli yang satu ini. Bertahun tahun tidak berkabar, tidak bisa dihubungi, tidak mengirim nafkah, tdak peduli dengan apa yang terjadi, lalu tiba tiba..... tentreng..... datang dengan uang sepuluh juta dan bilang kalau ia kembali dan akan membahagiakan keluarganya!. Paling tidak dia masih punya otak untuk kembali dan tidak datang dengan tangan kosong.
" istrinya mau kembali kepada Ramli, Med "
" enggak!"
" Kenapa katanya"
" Dia tidak bisa meninggalkan laki laki itu. Mesipun nyatanya di cuma istri sirinya. Istri simpanann yang jika istri pertamanya tahu, ia akan diminta pergi. Tapi jelas laki laki itu sudah mnyelamatkan keluarganya.Hdiupnya dan hidup anak anaknya"
" jadi Ramli gak berdaya untuk memaksa, lalu kembali kejakarta, lalu menikah dengan Vivi, perempuan yang katanya meyelamatkan dia, mengangkat dia dari terlunta lunta di jalanan, yang membuat dia punya kesempatan untuk mengumpulkan uang", gitu ya Med, tebakku
" iya"
" ok , kok tidak bercerai saja?!"
' Ramlinya yang tidak mau "
"alasannya apa?.masih cinta?"
" iya.!.Dia memang masih cita sama istrinya. itu juga yang membuat dia tidak tega menceritakan bahwa dia di jakarta juga tidak makan. Lebih memilih diam dan menghilang. Dia bertekat kalau sudah punya uang akan pulangMenyenangkan keluarganya.Tapi yah.... istrinya sudah berubah. Semua persyaratan untuk menikah aku yang mengurus. kan tidak mungkin mengurus surat surat itu di tempat KK nya, mbak.Ramli menikahi Vivi dengan status masih bujang. Itu yang paling mungkin, karena kalau pakai surat pernyataan bahwa dia duda, harus ada surat cerai, dan itu malah ribet!"
sesuatu yang di awali dengan benar saja , kadang berakhir tidak baik. Apalagi sesuatu yang di awali dengan kepalsuan.
(4)
Sekarang, tahun kelima Amran meninggalkan rumah. Banyak yang terjadi bahkan berubah.Ah, baragkali yang betul berkembang. Sebab sesuatu yang pernah terjadi, dengan banyak kemungkinan-- hal hal yang menyangkut karakter pribadi, kejadian sekitar kami, usia dan ilmu yang terus saja kami pelajari dan dapat,teeman teman , komunitas yang terus silih berganti --, membuat kami jadi makin faham bagaimana bersikap.
Dhea sudah menikah dan branak satu.Ia jelas sudah tegak dengan kondisinya. Bersyukur, Tuhan mmudahkan segala upaya keluarga kecil ini. Insya Allah -- seperti doaku selalu--, ia tidak berada dalam kondisi perlu mengkhawatirkan finansial dan kedudukannya. Yudha, suaminya, lebih punya banyak kesabaran ngemong dia.Besan saya itu, termasuk golongan orang yang tidak akan pernah merepotinya, malah surporter utama bagi mereka. Syukurlah.
Ade, anak lelaki satu satunya, mewarisi watak papa dan mamnya hampir sama besarnya. Kupikir ini menguntungkn kami. Ia satu satu laki laki dalam keluarga J.Amran , krn dari perkawinannya dg Rani, dua anak yang lahir juga perempuan semua . Ade kelak jadi sandaran kakak dan adiknya. Semoga selalu berkelipahan energi untuk memikul tugas itu kelak.hari ini sedang berjuang , menata hidupnya, di Jakarta.Mengambil S2 di UI -- fak kominikasi politik -- dan asyik membangun usaha .
Tya, sudah hampir jadi sarjana komunikasi dr Universitas Dponegoro Semarang. ia, yang sejak smp sudah pandai membuat semua kegiatan sekolahnya jadi uang itu, ternyata membutuhkan lebih banyak semester untuk menjadikannya sarjana dibanding kakak kakaknya. " fak komunikasi undip itu lain, mama, dengan yang ada di unair atau Gama sekalipun. ", katanya memberi alasan. Lalu katanya lagi," di universitas lain cuma theori saja. kami lebih banyak prakteknya"."jadi kamu akan lebih matang dan pinter dong , Tya" jawabku. Dlam hatiku geli juga. ku sudah tahu, bahkan sejak lama, anak anak yang merasa pintar selalu tidak beruntung medapat nilai bagus. Mana ada dosen yang rela mau kelihatan lebih bodoh dari mahasiswanya?.Sementara itu mahasiswa yang --merasa lebih bisa dan tahu banyak -- itu, lebih senang membuat semua tugas jadi spektaculer, kalau bisa. Tidak peduli itu akan memakan waktu lebih lama dalam mengerjakannya. Bahkan bisa jadi, setelah terulr ulur, si mahasiswa sendiri sudah tidak tertarisk
untuk menyelesaikannya, karena masalah yang ingin dia bahas sudah tidak up to date lagi.
Mestinya, cukup asal luluus saja. Di dunia luar, saat harus berjuang dalam kehidupan , nilai di kampus itu tidak akan mnjamin kesuksesan. Teman teman cuma akan mengenangnya sebagai teman yang pintar yang selalu mau mengerjakan tugas kelompok jd sempurna dan menyumbang nilai bagus bagi mereka.Mereka tidak akan memberikan reward apa apa. Di dunia , dimana orang akan dihargai dari bagaimana di sukses mengumpulkan uang, manusia manusia idealis itu akan sangat kecewa melihat bagaimana saingan mereka yang biasa biasa saja lebih dulu maju dan bahkan berlari, juga sudah menghasilkan banyak, dibanding dia yang bertahan dengan "kwalitas prima "
Tapi, ya sudahlah..... dunia ini akan indah kalau orang orang seperti dia cukup banyak jumlahnya. Merekalah yang dengan karya karya besarnya akan membuat dunia ini jadi lebih mudah untuk ditempati. Mereka yang cuma asal berjalan, akan cuma menghasilkan sampah pada akhirnnya.
Seperti kesepakatan semula, Alya, -- sebelum dia sekolah di Semaranng--, semester dua ini sudah pindah ke surabaya lagi. Rmah di bungurasih itu cuma kami berdua yang menempati.Bukan cuma terasa lebih lapang, tapi juga terasa lebih lengang. Dia remaja yang banyak maunya. Sibuk dengan dunianya.Kadang kami tidur berdua dan ngobrol panjanng, tetapi lebih sering dia tidur dikamar atas dan aku di amar bawah. satu orang mnguasai satu lantai.wah!
Amran masih kilar kilir surabaya-semarang. Ia memenuhi semua kewajibannya terhadp anak istrinya-- terutama soal beaya hidup--meski sering kali secara emosional kadang tidak hadir.. Ia juga sedang menyiapkan Ade dan Tya untuk belajar mengerjakan bisnis.Aku bersyukur akirnya mereka mau terlibat. Semoga di sukseskan sediini dan semuda mungkin. Semoga sll mendapat kemudahan, selalu sehat dan selalu beruntung.
kalau ada yang masih mengganjal,-- tentang sikapnya--, karena sampai hari ini, kalau dia ada di semarang, jadi galak dan cuek dengan kami. Sms tidak pernah dibalas, teleponpun tidak pernah diangkat. Kalau akhirnya diangkat, nada dan kalimat yang dia pergunakan sellau kasar dan menyakitkan telinga.
Dengan Abel dan Nindy , anak anak amran dan Rani, kami hampir tidak berkomunikasi. Dengan ibunya apalagi. Sejak peristiwa kuttu itu, ia tidak lagi memblas sms dan menerima telponku.
Baguslah!dngan begitu tidak ada lagi acara basa basi untuk membuat sduasana seolah tanpa masalah.kalau di ingat lagi, bagaimana bisa aku mengnap di semarang, rumah Rani , melihat dengan mata kepala mereka memasuki kamar dan aku tidur terkapar di depan televisi, atau berjalan beringingana dimoll dengan Rani yang merapat terus disampingnya sementara aku sibuk denga anak anaknya, atau bersama sama ke kantor mereka dan membiarkan orang lenih mengenal kalau Rani itu istri Amran, atau pergi makan bersama, atau ketika orang menyebutnya nyonya.
Sekarang, Amran paling tidak jadi tahu, kalau selama ini aku yang selalu berjuang uttuk berjalan dalam keseimbangan.Agar semua baik bai saja.Agar image keluarga amburadul tidak terdengar, agar seolah aku istri yang khlas, agar kami baik bai saja.-- sebab sebetulnya itu sulit dilakukan oleh siapapun--, apalagi kalau keperpihakan dia tidak sama.
jadi punya banyak waktu untuk merenungkan semua yang sudah dijalani. Sudah waktunya fokus menyayangi diri sendiri dan menyedikitkan waktu terlibat dengana orang lain.
Insya Allah begitu,
Tuhan tidak akan membuat suatu peristiwa yang tidak ada "hikmah"nya
yang terjadi, sampai hari ini, itulah yang terbaik
kalau di syukuri,
hikmahnya akan memenuhi ruang angkasa
Aku mau,
aku mau Tuhan, aku mau
Engkau sebaik baiknya pengatur
aku mahfum itu.
.
Ada banyak ketakutan yang muncul sejak menyadari bahwa ia bnar benar meninggalkan rumah. Bagaimana kalau ia kemudian tidak lagi peduli denan baya hidup sehari hari, beaya pendidikan anak anak . Begaimana menyampaikannya pada ibuku , juga mertuaku. Bagaimana cara menghadapi tatapan hina, atau sinis , atau cemooh dari tetaggak atau keluarga yang lain..SEmua pertanyaan itu berputar putar di kepalaku. Sekarang au bukan cuma punya ketakutan, ttapi kepalaku juga mulai terasa pusing.
" bukan waktunya untuk dipikirkan", kataku dalam hati, menymangati diri sendiri. "malam ini semua harus sudah mengambil keputusan bagamana menjawab semua pertanyaan yang berputar putar di kepalaku" tegasku pada diri sendiri.Maka siang itu, setelah dia pergi, aku tidak menangis lagi -- bahkan dalam hatipun tidak --, semua sudah terjadi. Kalau memkiirkan hal hal yang ada di belakang rasanya akan makin memberatkan hatiku, sebab aku tahu banyak penyesalan penyesalan diri yang harus kuhadapi.
Sebetulnya, meski aku menegasi diri sendiri, aku masih merasakan ketakutanku.
Pertama yang klakukan setelah menyadari --bahwa ia sudah benar benar pergi--, berwudlu dan sholat dhuhur. Aku harus laporkan semua yang membuatku takut ini. Meski tanpa kulapori, Tuhanku pasti sudah tahu apa yang terjadi, aku tetap melakukannya.Aku perlu teman curhat. Aku butuh seseorang mendegarkan jeritanku.Aku perly sandaran hati, karena aku merasa betul betul tidak tahu harus bagaimana dan aku perlu peyunjuk meneruskan perjalan hidup ini.
" Dia pergi, gusti ", kataku membuka percakapan.lalu aku mendengar -- dengan hatiku--, Ia berkata" iya, aku tahu ".
" bagaimana dengan anak anak."
" itu tanggunanku !"
" kebutuhan kami sehari hari, Gusti "
" Aku kasih "
"Anak anak perempuanku, Gusti. Aku takut ditolak calon mertuanya karena keluarga kami pecah seperti ini."
" Aku yang akan melembutkan hati mereka "
" Aku pasrahkan semua padamu, Gusti. Karena yang aku punya cuma Engkau. Jadikan aku mudah memahami kehendakMu. Jangan biarkan aku pilu selalu"
Memang siapa aku?, tanyaku pada diri sendiri. Kenapa aku harus punya semua yang terbaik didunia ini?. Suami ganteng, banyak duit, setia, baik hati dan penuh pengertian, alim dan pinter menabung.Anak anak yang berahlak mulia, sekolah hebat dan tidak pernah bikin hati ibunya gelisah?, tetangga yang penuh pemgertian ,dan tidak resek , juga siap menolong?.
" ya, siapa aku?', tanyaku sekali lagi.Aku bukan hamba yang taat.Banyak membuat kesalahan. Suka sholat terlambat. SEdekah ala kadarnya saja. Dengan tetangga dan teman tidak sangat peduli. Dengan orang tua juga kurang tuhu. Masih sering marah.Masih suka rasan rasan.Masih suka berbuuk sangka. Masih suka sombong. " jadi harusnya kamu tahu diri", kataku pada diri sendiri. Karena kalau mau saling meghitung , maka yang aku terima ini masih sangat bagus. maka harus tetap berterima kasih-- untung cuma ini--, karena kalau Ia mau, Ia bisa memberiku yang lebih dahsyat dan lebih menakutkan dari ini.
Memang knapa kalau dia pergi?. Rizki itu Tuhan yang punya. Kebahagiaan itu Tuhan yang membagi. Keseksusesan itu Tuhan memutuskan.Jodoh itu Tuhan yang tentukan.
Ia memang maha pengasih
Ia maha penyayang
Ia maha mengerti
Ia maha kaya
Ia maha suka memberi
Ia juga, maha Diktator
Ia maha membalas kebaikan
Ia juga maha menghitung
dan aku,
sangat cinta padaNya.
(2)
"Berprasangka baik itu memang susah.sebab memang manusia lebih suka melihat dirinya berada diatas manusia lain: lebih bermoral, lebih berakal, lebih rajin,lebih beriman, lebih kaya, semua kelebihan yang membuatmu berada pada tingkatan atas pergaulan.Tidak heran apabila kamu kemudian mudah menduga yang buruk buruk pada semua makhluk yang kamu kenal."
Aku mengamini tulisan diatas sambil misuh misuh, sebab memang keterlaluan sekali kebenarannya.Jadi, selama ini aku memandang hina manusia lain, juga makhluk lain, dan menjadikannya subordinatku.Aku pernah merasa lebih beriman dari dia-suamiku sendiri, karena dia tidak mau menjalankan kewajibannya sholat, yang kupikir adalah kewajiban dasar manusia yang beragama islam.
" kalau dia tidak peduli dengan Tuhan yang sudah ngasih segalanya, bagaimana dia bisa peduli padaku?" begitu pikirku saat itu.,
aku ingat pernah rasan rasan tentang Arif-adikku, dan mengatainya malas tanpa rasa berdosa karena setiap akali berkunjung kerumahnya, dia selalu sedang ngobrol dengan temannya, meski disiang hari.Aku juga pernah membahas panjang ponakanku yang hoby menulis status yang aneh aneh lalu kubillang lebay.Aku tidak pernah ingin bertanya alasannya.Egoku terlalu tinggi untuk menyelami perasaan mereka,atau keadaan yang membuat mereka seperti itu.Lihatlah betapa mudah menimpakan prasangka buruk pada orang lain.
aku mendapati,dengan prasangka buruk yang sudah kulakukan,hasilnya juga selalu buruk,dan itu malahan memicu jenis prasangka buruk yang lain.Ia bukan cuma merusak akal sehatku, hatiku dan pikiranku, ia bahkan membuatku tertekan dan sedih. Apalagi jika prasangka burukku itu seolah terbukti.menjadi kenyataan dan harus kulakoni,sendiri, seterusnya.
Berprasanggka buruk kepada manusia memang mudah, tetapi tidak kalau itu kepada Tuhan. Dari dulu aku mendisplinkan diri untuk tidak berprasangka buruk padaNya.Jika ada yang terjadi dan itu jauh dari harapanku, aku tidak serta merta menganggap karena Ia tidak sayang padaku. Semua yang Dia berikan dalam hidupku, kupikir akan punya hikmah.Aku juga terbiasa meminta untuk sgera dipahamkan dengan keputusanNya.ketika hari itu Amran--suamiku--ayah anak anakku--memutuskan untuk tidak tinggal dirumah lagi dan memilih tinggal dikantor,aku berprasanka baik padaNya.Mungkin itu cara terbaik Tuhan memisahkan kami, agar tidak terus terusan bertengkar.Dimasa yang akan datang , hidup bersama dengan suami yang punya istri baru tentu tidak mudah.Apalagi kalau niatnya agar bisa rukun dan damai.Dengan tidak adanya dia di rumah, aku tidak peru melihatnya setiap hari, lalu merasa kesal atau cemburu karena mengikuti setiap kali ia mengambil keputusan.Misalnya karena ia harus berbagi hari untuk kedua istrinya, mendengar kebahagian kebahagian yang sedang mereka alami .Jelas sekarang bebannya tambah banyak apalagi ada tambahan dua anak lagi. Belum lagi kalau harus mengindahkan tatapan mata tetangga atau harus mendengar bisik bisik tidak sukanya.Jadi bahwa ia pergi dari rumah , pasti banyak hikmahnya.
Tentu saja ia butuh istirahat sejenak.Butuh pelarian karena waktunya banyak tersita untuk mengurusi kami,dan ia harus tetap sehat tetap sehat, dan bisa berpikir jernih. Sangat banyak yang harus dia pikirkan untuk membuat dua keluarga ini bisa berlangsung.Pendidikan anak anak tidak terbengkalai, dan pekerjaan tidak mawut.. Ia juga punya beberapa mobil yang harus diisi tangkinya agar bisa berjalan. Ia juga punya banyak pekerjaan dan pgawai yang harus dia piirkan kelangsungannya.Ia juga punya keluarga besar yang tetap harus dia perhatikan dan bantu. Dia juga punya teman teman yang jika sedang kekurangan bersandar pada pertolongannya.
"brangkali ia juga perlu jauh dariku, agar bisa merasakan semua kebaikan yang sudah kulakukan untuknya", kataku dalam hati,. mengibur diri.
kalau ia bertahan di rumah kami, mungkin yang terjadi adalah perpisahan selamanya.Kekacauan yang mungin timbul akan membuatnya stress dan bisa bertindak brutal.sItri barunya akan selalu punya hal baru dan seru yang bisa dia dia ceritakan sambil bermesraan.Lalu Suamiku itu, akan lebih mendengarkan dia dari pada penjelasan kami.Dengan tidak bersama kami, ia bisa melihat semua kebaikan yang ada dalam keluarga ini.Karena ia sempat memikirkannya, sebelum pada akhirnya nanti mempermasalahkannya.
jadi aku berprasangka baik padaNya. Belajar tidak terlalu terpengaruh dengan apa yang dipikir orang lain, dibandinkan dengan apa yang seharusnya mereka pikirkan tentang kami.Tuhan punya rencana, dan rencana itu Dia bikin karena Dia cinta kami sebagai hambaNya. Tidak ada hal buruk yang Dia rencanakan untuk hambanya kecuali karena untuk kebaikan.CntaNya pada hambaNya tidak perlu syarat apapun.
SAAT JAUH , CINTA ITU TUMBUH MEKAR DAN MEWANGI
" Penderitaan ,akan membantu kita untuk mencapai batas yang tidak pernah kita bayangkan.Ketika kita berada di titik nol,ketika itu kita justru merasakan yang masih bisa kita miliiki "
(1)
Guncangan , mengguncang , atau terguncang , akibatnya sama..ia menggeser , memindahkan bahkan bisa merobohkan sesuatu dari tempat semula.Angin , misalnya , ia bertiup dan mengguncang guncang pohon.Daun tua nya akan berjatuhan tetapi jika anginnya sanngat besar bahkan bisa merobohkan pohon itu.air laut yang terguncang juga menngakibatkan ombak besar dan bahkan tsunami.Kejsdian , masalah, mengguncng kehidupan seseoang.ia bis mengakibatkan yang terkena guncangan itu lebih tegar, lebih semangat atau sebaliknya bisa membuat putus asa dan bunuh diri. Bahkan rangkian kalimatpun yang biasa kita ucapkan saat kita bicara bisa mengguncang hati seseorang dan bisa membuatnya sedih atau bahkan stress , putus asa atau bahkan gila.
Ketika angin, air atau kata berhenti mengguncang,keadaan akan kembai terkendali meski keadaan tidak sepenuhnya seperti semula lagi.Jadi bagaimana menghentikan daun yang beterbangan ,jatuh atau pohon roboh.bagaimana stunami berhenti atau bagaimana hati yang sedih,terluka atau stress berhenti , caranya adalah menghentikan guncangan itu sendiri.
Guncangan juga bermanfaat. Setiap kali ia terjadi , kita jadi belajar sesuatu padanya. Belajar bertahan agar jika dihari lain erjadi guncangan lagi, kita siap untuk mengatasinya.setidaknya kita belajar agar dampaknya tidak terlalu buruk
.
24 agustus 2013, usia perkawinn kami sudah 27 tahun. Dulu diawal awal perkawinan, saat masih sering denga lebaynya ingin merayakan atau menandainya , ia suka bilang "yok opo , diterusno ta.... ".Lalu karena berkali kali begitu , jadi males mengingat ingat. Karena kalau ingin tidak mendengar kalimat sinis itu , ya memang tidak usah mengangkatnya ke permukaan bukan?.. akhrnya memang bener bener terlupakan.Jelas aku selalu ingat , tetapi tidak pernah membahasnya.
Satu satuya foto perkawinan cuma yang aku ketemukan di tumpukan foto lama ibuku. Saat merapikan foto foto dialbum lama ibuu , sesaat seelah beliau meninggal. Jadi baru tahun 2009 an.Kami sendiri tidak punua dokumentasinya. Album album foto pernikahan sudah tersobek lembut , saat dia marah , dulu, diawal pernikahan.penyebabnya .... aku ngotot tidak mau disentuh klau dia tidak sholat dan dia ngotot tidak mau sholat kalau alasannya karena nuruti aku.... hah! nggilani!





