RSS

13

Selama ini , beberapa orang dalam hidupku selalu berhasil  menekan , menggiiring bahkan mengintimidasi, sehingga aku kesulitan untuk bilang " tidak ".Pertama yang kulakukan, mengurangi kontak dengan mereka.Tidak bertemu -- termauk tidak mengndang , berbasa basi menyuruhnya datang , menelpon bahkan bertemu muka.
Tidak sepenuhnya berhasil , tetapi kuakui sendiri , aku sudah mulai pintar berkelit. Tidak pura pura mau  atau bisa memenuhi permintaannya.Jadi kalau akhirnya memng melakukan permintaannya ku usahakan karena memang aku mau melakukan-- bukan basa basi.

Anehnya mereka biasanya tidak tahu kalau aku bener bener sedang berjuang uuk menghindari mereka. Tetap saja mereka datang dan beriikap seperti biasanya. Itu bukin aku ketawa. Mungin karena aku kurang tegas memberi sinyal atau barangkali karena mindset mereka belum berubah.Entahlah

Siang ini telepon berkali kali bunyi. Dan ketika kuangkat, ternyata bude Nuke.Mau pinjam uang.Dia punya laptop yang dulu dia beli seharga 6 juta katanya.Jadi aku terus terang saja kalau nggak bisa menolongnya.Pertama karena memang tidak ada uang, kedua karena urusannya tidak jelas. SElama ini memang begitu.

" kok gak minta tolong anak anak to Bude ?"

" hah arek arek iku gak iso disambati. Huda nang luar kota gak mulih mulih. Ditelepon yo gak diangkat.mbuh opo karepe. Wedi dijaluki tolong paling.Sadit disambati jare gak onok.Padahal aku gak njaluk.Aku iki pinjam. Eh... moro moro tuko montor.Ngono iku gak mangkelno ati ta.... padahal lek aku dadi , lek mek sepuuh rong puluh juta kan yo olehku seminggu ae iku ", katanya bercrita panjang lebar.

" arek arek iku yo bude... ibu e nyaleg kok gak suport blas. Mestinya kan, orang orang terdekat.apalagi anak kanduung..."

" mbuh iku.Lha iki lho aku arep tuku bensin ae gak duwe. Aku iki mulai agusts sampek saiki onok meh limang atus juta.Padahal iki durung cetak kertas suara gae sosiaisasi nyoblos.Durung nyetak iki ".

Anak anaknya tidak soport munin karena dari semula tidak setuju ibunya nyaleg. Duit dari mana?.Kalau harus urunan.. wah brapa bugjetnya?.Sedang mereka juga baru mulai berkeluarga. Baru mulai berjuang.Tapi karena iibunya kekeh pengen nyalon dan optimis bisa membiayai sendiri , ya mereka biarkan saja ibunya tetap melakukan maunya. Dan mereka bukan saja tidak suport secara phisik hadir atau menyemangati ibunya, bahkan apa kesulitan ibunyapun mereka tidak mau tahu.

Ibunya optimis nyeleg dr partai Hanura karena katanya , lily wakhid, adik gusdur itu menjanjikan batuan beaya dari partai dan memberinya no urut 6 untuk caleg dari DPR pusat.Prestisius sekali..Masalahnya sampai hari ini yang katanya bantuan itu , tidak penah ada juntrungannya.Bahkan kabar tentang bantuan itu juga makin kabur.Neaya politik seperti mencetak bener, kartu nama , undangan , kaos, beaya operasional dan lain lain harus di tanggug para caleg sendiri.Lily wakhidnya, juga tidak  isa dihuubungi.wah!

Yang bude ingat cuma aku.
Alhamdulillah , masih jua diingat, meski cuma kalau butuh.

Besok siang kami berjanji unuk pergi kepegadain. Semoga hasilnya cukup bagus, agar dia bisa kembali bekerja menyelesaikan agenda politiknya.
Amin.







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

12

 Sekarang, setelah ia dan suaminya berhasil menangkap basah ibunya yang lagi bermesraan, mengelernya didepan tetangga dan sahabat juga didepan keua rt, rw dan keamanan bahkan berhasil membuat ibu dan pacarnya menandatangani perjanjian tidak akan berbuat asusila di wisma bungurasih, apa kemudian masalahnya selesai?.
Tidak ada jaminan ibunya akan memutuskan hubungannya dengan lelaki itu.Tidak ada jaminan bahwa laki laki itu tidak akan lagi menghubungi ibunya.Tidak ada jaminan bahwa mereka akan menyudahi affairnya.Yang pasti , hubungan dia dengan ibunya pasti lebih kusut, suaminya akan lebih tidak menghargainya -- karena dia anak pezina, mertuanya akan memandangnya sebelah mata karena brasal dari keluarga tidak bermoral dan ia jadi bahan gunjingan para tetangga.

" mama memang sudah keterlaluan, pak", katanya ketika ditanya kenapa dia memilih menyelesaikan masalah ini dengan cara bikin huru hara. Bagaimana tidak, ketika sore itu ia memergoki ibu dan pacarnya mandi-- di kamar mandi yang berbeda , ia berasumsi bahwa mandi itu mandi jinabat -- mandi setelah melakukan ml.Ia berteriak teriak hingga saminya yang ketika itu bersamanya tertulari semangatnya dengan minta tolong tetangga yang  sedang duduk didepan rumahnya untuk memanggil pak rw , rt dan keamanan kampung.

Ternyata ,itu clbk.Laki laki itu pacarnya ketika SMA dulu.Pensiunan PT.Pelindo, menikah dan punya 3 orang anak yang sudah remaja. Maalam itu istri dan ketiga anaknya dihadirkan untuk menyaksikan huru hara yang ditimbulkan suaminya.
" iya, bapak bapak , saya minta maaf karena suami saya membuat masalah dikampung bapak. Soal saya dan bapaknya ,biar kami selesakan di rumah saja", kata ibu itu meminta ijin pada pak rw .Mereka pulang sendiri sendiri.si bapak pulang naik sepeda motor dan keluarganya naik taksi.

Berhari hari itu jadi isue yang dibicarakan dimana mana.Bukan cuma ibu ibunya yang heboh membicarakannya , ternyata bapak bapak juga rame membahasnya.

Dan bu Agus itu,perempuan yang bikin  heboh itu, kemarin datang dipertemuan RT kami. Semua yang hadir terhenyak.
" kayak gak punya perasaan , ya"

aku tidak berkomentar apa apa.Sekarang malah faham, betapa sebetulnya sesama teman harus saling jaga dan menutup Aib. Kita ini cuma berkewajiban untuk mengingatkan.itupun dengan cara terbaik.Bahkan kalau tidak bisa dengan cara yang baik , dianurkan untuk diam, meski itu adalah selemah lemahnya tindakan.
Merry itu anak. Yang sejak bayi disuapinya , dimandikannya , dipakaikan pakaian, diantar kesekolah dan ditemani saat melalui kesulitan.
Semua ibu akan pasang badan saat anaknya membuat kesalahan. Membela ketika dihujat orang. Tampil paling depan saat dibutuhkan.
Ketika terbalik, ibu yang buat kesalahan, seorang anak belum tentu siap pasang badan , menutup aib apalagi mengobanka harta untuk mengatasi masalah.Apalagi jika yang dia punyai cuma sedikit.

Benarlah, kasih ibu sepanjang jalan dan kasih anak sepenggalah.

Padahal Merry sekarang juga  jadi ibu.Dan tidak ada jaminan ia tidak melakukan kesalahan.Harinya masih panjang.....Semoga ia belajar banyak dari itu semua.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS