RSS

Sasana rumah jelas berbeda sejak itu.Rani makin masuk dan berani mendekat. merewncanakan sejumlah perjalanan dengan Bram. Aku pelit komentar .Anak anakkku tidak ikut nimbrung menanggapi. Yang paling ceria ya Alya dan Abel. baginya itu acara paling asyik.Pergi , makan makan , main dan beli beli... ah dasar anak anak.

Sekarang langkahku , mengabari keluarga palembang dan ibuku. Ini rencana besar dan berpotensi nenbuat perubahan besar. Jadi semua keluarga harus resmi tahu.
" kalau menurut kamu itu benar banyak berdoa , bersabar dengan semua proses dan istiqomah terhadap niatmu. Biarkan Allah mengatur untuk semua itu. Nanti jatuhnya pasti enak disemua pihak", kata ibuku ketika rencana itu ku sampaikan padanya.
Pihak keluarga Palembang tidak mengusulkan apa apa. beliau ingin bertemu dengan Rani. jadi ketika ayuk kami sakit dan masuk rumah sakit , Bram pergi kepalembang , berangkat dari surabaya dan menyuruh Rani juga kepalembang , berangkat dari semarang.
Aku sendiri merasa hambar hambar saja. Semoga ini salah satu tanda keikhlasan yang ku kondisikan sedang berjalan. Subhanalloh.

Pulang dari Palembangpun , Bram tidak bercerita apa apa. Bagaiamna komentar ayah ibunya atau bagaimana tanggapan keluarganya sama sekali tidak dia ceritakan. Aku juga tidak menanyakannya. Barangkali menurutnya aku tidak penting tahu. Barangkali cerita yang dia simpan sesuatu yang tidak enak bagi dia , entahlah. Aku lebih tidak suka mencuru curi dengar ... servav itu akan merusah hatiku sendiri. Bagaimanapun kami ini " saingan bukan ". karena sudah pasti kehilangan cinta suami , ada rasa ingin memenangkan cinta mertua dan keluarganya.
tapi kata anak anak tidak perlu lagi berjuang. karena kalau sekarang menunjukkan cinta yang berlebihan malah nggak ethis dan norak.
"cukup kami , anak anak mama yang jadi saksi perjalanan dan perjuangan mama untuk tetap bertahan , nggak perlu saksi lain.' kata anak anak
" nyai ... yai ... bukan orang bodoh , ma "
"kalau mama menunjuk nunjukkan , perhatian atau apa yang berlebih malah nggak baik . Itu artinya mama sedang berburu merek " menantu yang baik ", lha.... itu kan artinya mama gak ikhlas melakukannya cuma karena ingin disebut seperti itu aja...biasa biasa saja. kalau biasanya telepon kalau ada kabar penting , ya nggak usah sekarang jadi tiap minggu telepon. Ada waktunya yang mam pengen dengar akan mama dengar nantinya..."
" aku tetap sayang mama,"
" iya , soal papa . selama itu membuatnya bahagia , ya biar saja dilakukan. Kita sudah tidak usah melarang larang. Soale ma , type papa itu kalau dilarang larang malah nekat. Dibiarin ae.... ntar kan kelihatan semua. Marahnya , sesalnya.....lagian ma , Rani memang siapa yang mau ngawin kalau tidak papa. Gadis kok punya anak. Dengan laki laki anaknya empat... wah.... lha dia itu lho ma , anak desa di sukoharjo solo. nang ndesone ae yo wis di encepi masyarakat.....jadi kita ini mengangkat martabatnya, hehe... "
" Rani , papa , pasti lebih sengsara hatinya ma dari pada mama atau kita anak anak mama "
" setiap dia lihat mama ..... hatinya langsung nuding " he pengkhianat!".... jadi setiap ketemu mama atine soro ma.... wis ta.... dia lebih menderita kok "
"gitu ya "
" sak iki ma ..... bener tante seta.Kita harus menerim cara orang mencintai kita. Nggak bisa di paksa. Yakin aja pasti papa ya lebih berat berat dengan kita , kan ma. .... tapi ojok salah.rani itu imtens banget. kalau nelpon papa ngejem gak mari mari. Kalau memaksakan kehendaknya yo terus terussan gak onok mandege. tapi papa yo gak goblok ma.... masio cinta gak apene ngorbankan keluarga. Aku yakin itu , ma. Aku yakin !"

Seneng rasanya berada ditengah tengah orang orang yang optimis. Yakin tetap bisa bertahan dan akan baik baik saja. Tetanggaku di Bungurasih juga , alhamdulillah bukan orang orang yang resek. Teman temanku samrih , pkk atau pengajian juga bukan orang orang yang suka bikin muka merah padam. Alhamdulillah, wasyukurilah....
Dalam hukum harapan,setiap yang kita harapkan secara total, akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. jadi harapan itu harus digantungkan pada yang maha kekal. Dia tidak pernah mengecewakan siapapun yang berharap hanya kepadanya.

Aku berharap , setelah Bram menikahi Rani secara resmi , dia tidak perlu lagi punya hati yang gelisah karena harus bikin alasan yang masuk akal untuk semua hubungannya dengan Rani. sekarang ia bisa l;ebih tenang. Tidak usah lagi jadi pasien Dr, Nalini, tidak perlu menelan pil sanax. Dengan tidak mengungkit ungkit dan sama sama tidak dalam kondisi marah , aku b erharap Bram lebih sehat , bisa berpikir lebih baik dan Allah melapangkan rizkinya. Dengan begitu , hubungan dengan anak anak tetap baik dan anak anakku bisa menyelesaikan tugasnya sebagai anak degan baik pula.

Dengan kondisi yang ramah dan enak ini .Aku berharap anak anak tumbuh dengan baik ,menyelesaikan pendidikan dengan baik dan punya prilaku yang baik pula. Kelak kalau mereka merindukan seseorang , aku juga berharap mereka dari golongan orang orang yang selalu merindukan Tuhan agar rindu kami terhadapNya makin menggila. Atau jika mereka menetapkan hati untuk mencintainya , aku berharap semoga yang mereka cintai berasal dari golongan orang orang yang mencintai Tuhan agar cinta kami padaNya makin menjadi jadi.

Tuhan ,
Aku serahkan padamu
aku akan mendengarkannya
aku akan melaksanakannya
samikna waathokna
beri aku yang terbaik bagi kami semua
amin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3

malam ini kukirim sms untuk 15 orang temanku " pinta lah kebutuhan yang paling mendesak. Ia maha memberi dan maha menepati janji, Ia tidak suka kita minta pada yang lain.Siapapun kita "

Yang kubutuhkan , adalah kemampuan menata hati. Pagi ini , kami akan menjalani sidang berkenaan permohonan poligami Bram di kantor pengadilan agama Sidoarjo. kami berangkat berlima. Aku,bram, Rani , Zaenal dan Anton. Dua nama yang terakhir itu sebagai saksi dipersidangan kami.

Begitu turun dari mobil , aku merasakan badanku panas dingin. Tidak jelas yang kurasakan. Sedih bercampur gamang. Aku terus melangkah masuk ke gedung pengadilan Agama itu. Menyerahkan surat panggilan ke bag administrasi lalu mengambil tempat duduk di ruang tunggu. Sebentar kenudian mereka berempat menyusulku duduk di ruangan itu.
Ruagan itu terbuka , berisi deretan kursi panjang. Ada sekitar sua puluh lima kirsi berukuran 2,5 meter. Semuanya penuh.

Perasaan sedihku sedikit sedikit berkurang. Aku tidak sendiri disana. Meski masalah kami berbeda , tetapi yang hadir disana semuanya adalah mereka yang punya masalah rumah tangga.
Aku duduk bersebelahan dengan Rani. Tapi sengaja ku irit bicara. Selain tidak enak dengan beliau yang duduk disebelah kiriku , rasanya memang tidak pantas di ruang yang penuh dengan orang bermasalah , ngobrol bukan?.

Yang dipamggil duluan untuk masuk ruangan , aku dan Bram. Yang di sebut ruang sidang itu ternyata tidak lebih dari ruangan yang berukuran empat meter kali empat meter.Meja hakim dan paniteranya memanjang dan bertaplak hijau. yang istimewa kursi2nya. Berukir dan sandarannya tinggi. Aku jadi sedikit ingin tertawa karena dibenakku ruangan itu mestinya lebih besar dan seram seperti yang sering nampak di layar televisi.Ternyata hanya seperti ruangan rapat di RW kami saja.Yang membuat suasana agak kaku dan tegang , selain karena kursinya yang bersamdaran tinggi , karena petugas pengadilannya mengenakan jubah hitam itu.

Pertama mereka mengecek identitas diri kami masing masing. Dan tujuan sidang pagi itu.Lalu ibu hakim dan wakilnya bergantian mengajukan pertanyaan.
" jadi ibu yakin mengijinkan bapak untuk menikah lagi?"
" Yakin bu hakim," jawabku sedikit bergetar. Badanku mulai panas dingin lagi, " saya yakin." kataku mengulangi jawabanku sambil menganggukkan kepala.
" ikhlas ya , bu "
" Iya "
"Ibu bisa memberi alasannya"
"Untuk kebaikan kami semua"
Ketika pertanyaan yang sama diajukan ke Bram , ia mengatakan kepada bu Hakim bahwa ia bermaksud menikah lagi karena aku sudah sepuluh rahun tidak mau tidur dengan dia. Pernyataannya itu ku iyakan, Sebetulnya sedih juga dia bicara begitu. Itu kan sama dengan " membebankan kesalahan cuma padaku "
" lha , kenapa iobu tidak mau tidur dengan bapak ?"
" karena... tidak ingin "
"Kalau toh mau , ya kayak gedebok gitu bu ," sahut Bram.
Subhanalloh. Laki laki ini tega ya , bilang begitu. Setengah mati aku menahan tangis. Kalau ikhlas , tidak boleh ada airmata.Itu tekatku. Dan aku tidak menangis , meski terasa perih dan mataku terasa berair.Aku terus berzikir. Tidak boleh menangis! tidak boleh!.
Lalu , Rani dipanggil masuk.Beberapa pertanyaan yang sama diajukan kepadanya.
" sudah lama kenal pakAmran?"
' Sudah sepuluh tahunan , bu "
" tahu kalau pak bram sudah punya istri dan empat orang anak"
" sudah , bu"
" itu artinya bapak nantinya harus berbagi apa saja, seperti pendapatan , waktu dan perhatian dengan bu deka dan putranya juga anda "
"iya , bu "
"Sudah lama pacaran dengan pak bram?"
" sudah , bu "
" sudah pernah tidur bersama?"
" sering "
Subhanalloh , subhanalloh, subhanalloh,subhanalloh............
"tahu kenapa pak Bram berpoligami?"
" tahu , bu , karena bu deka tidak mau tidur dengan bapak."
" sudah punya anak?"
" sudah "
" sekarang dibawa?"
" tidak , tinggal dengan bu Deka "
" Oh.... "
Lalu Anton dan Zaenal masuk , bercerita tentang yang mereka tahu perihal hubunganku dan Bram. Intinya mereka mau mencocokkan data saja.
Ketika palu di ketok dan aku harus menandatangani surat berita acara , aku tidak gemetar sama sekali. Aku yakin langkahku tidak salah. Bram dan Rani bukan orang yang bisa kujadikan sandaran, Caranya membicarakanku yang tidak menghargai niat baikku dan membebankan semua yang " buruk " atasku membuatku sadar , aku pantas mengikhlaskannya.

Didalam mobil yang membawa kami pulang , mereka berempat malah membicarakan jalannya sidang tadi dengan gayeng. Tertawa dan mengomentari pertanyaan hakimnya. Mereka bahkan tidak sadar bahwa selama perjalanan aku cuma diam dan menahan perih karena merasa tersingkir.Merasa sendirian.
Ia bukan sandaran hatiku.
Gusti Allah ,aku cinta padamu,
Aku cinta padamu,
aku,
cinta.
padamu.

"
'

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ide pernikahan justru jadi maslah serius ketika aku lontar ke Rani. Ia sangat setuju bahkan sekarang dialah yang paling semangat merealisasikannya. Entah bagaimana , Bram juga jadi ikutan sangat semangat. Dia yang dulunya menentang , sekarang terus terusan menanyakan , bagaimana merealisasikan ide itu.
" gawe pengacara ta , deka?", tanyanya , " Rani nguber terus, niy"
" gitu , ya " jawabku datar. wah sepertinya aku sendiri sudah tidak bisa mundur. " pertama ya ngurus surat pengantar rt rw sampai kelurahan dan KUa, ntar tak tanyakan orang kelurahan"
" koen ae dek sing ngurus. Aku gak usah melok!"
"Malu ta "
" gak enak ae... "
" ok "
Besoknya aku langsung ke kelurahan menemui pak Muhammad , Modin dikelurahan kami. Dari sana syarat syarat dipenuhi . Semua aku serahkan Pak modin untuk di proses. langkah pertama akan ada sidang poligami dahulu. Sidang itu untuk sebagai dasar untuk pengabulan ijin poligami. Surat keputusan ijin itu nantinya bisa dipakai Bram untuk menikahi Rani secara syah.

Jujur gamang juga aku menjalani semua ini. Ada rasa sedih tapi merasa harus tetap diteruskan. Islam memang mengatur poligami. laki laki muslim , boleh menikah dua tiga atau empat. Tetapi jika mereka takut tidak bisa adil , sebaiknya satu saja. Alquran itu pedoman hidup. Sebagai orang islam , kami memang diwajibkan menerima isi alquran secara menyeluruh. Setuju atau tidak , poligami memang ada diatur dalam alquran. Syarat dan kondisi berlaku.

Bagiku , poligami ini jalan untuk berdamai dengan seluruh masalah dalam hidupku. Karena hubungan yang tersamar dan tidak jelas telah kurasakan selama hampir sepuluh tahun. Masa panjang yang menyesakkan hati. meluluh lantakkan pertahanan. Membuatku tersungkur bermalam malam, melolong mencari perlindungannya. Berharap Allah turun dan mengusap semua lukaku. Mengusap semua luka anak anakku yang selama ini kami biarkan terbuka dan berdarah.
Di satu sisi , kami juga sangat mengerti bahwa Bram dan Rani tidak mungkin lagi bisa dipisahkan. Apalagi Abel juga makin besar.Ia akan mempertanyakan semua yang berkenaan dengan keberadaannya. Kami akan kesulitan menerangkan dengan benar dan apa adanya.Untungnya selama ini kami sekeluarga menceritakan apa adanya .Abel faham bahwa mama Rani adalah ibu yang melahirkannya dan aku adalah ibu yang mengasuhnya. memang baru itu yang ia fahami. tetapi nantinya ia butuh banyak hal lagi yang harus difahami sebagai pijakan melanjutkan hidupnya.

Kata ayahandaku , salah satu kenapa islam menganjurkan pernikahan yang legal dan bukan sirri ( disembunyikan ) atau kumpul kebo karena berkenaan dengan kepastian keberadaan manusia , penghindaran dari segala macam penyakit phisik akibat rasa khawatir atu penyakit hati lainnya akibat " perasan dibohongi atau membohingi " pasangan hidup kita.
Dengan pernikahan yangilegal , laki laki akan lebih sehat , perempuan juga akan lebih sehat . Sehat lahar bathin. Dengan penerimaan pasangan dan tambahan pasangan dalam hidup , insya allah , semua kan baik baik saja ( tentu saja jika dibandingkan perkawinan yang disembunyikan).

Aku mulai intens membicarakan bersama anak anakku pernikahan Bram dengan Rani. Terakhir kami duduk bersama dengan Bram dan Rani. Anak anak punya permintaan , Rani tidak boleh menginap dirumah , tidak semata mata bermesra mesraan denganpapanya, tidak menggantikan kedudukanku sebagai mama( jadi misalnya aku meninggal , Rani tidak boleh tinggal dirumah kami ).Rani juga tidak mempermasalahkan harta papanya selama ini. Aku sendiri tidak mengajukan syarat apa apa. Kenapa? karena menurutku , bram bukan orang yang pintar berbuat adil.Egonya besar dan sangat tega untuk " tidak peduli ". kalau akau punya syarat yang harus ia penuhi , nanti dia akn kesulitan memenuhinya dan itu akan membuatnya jadi penghuni neraka jahanam. Jadi biar saja tidak ada syarat dariku. Aku juga tidak butuh apa apa lagi. Bahkan membicaraknnyapun aku tidak lagi merasa perlu.

Rani setuju semua syarat anak anakku. Malam itu di rumah makan Primarasa , Dea anakku menangis tersedu. Ia tidak berucap sepatahpun. Pada dasarnya kami mengikhlaskan papanya menikahi Rani. Dan siap dengan semua perubahan yang akan terjadi. Aku tetap merasa harus lebih ramah dari pada anak anakku.Jadi ku ajak Ngobrol Rani seperti biasanya sambil memohon maaf karena tiodak bisa menawarinya menginap dirumah malam itu. oh!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS