RSS

23

Awalnya ya karena sok jd pendengar ytentan.berjam jam duduk dan membiarkan dia bercerita tentang keluarganya.lalu di tambah lagi sok beri perhatian pada masalah keluarganya......akhirnya,sedikit sedikit ya terlibat dengan masalahnya.

"Asww,bude...."

.Waaa....lagi disurabaya, Teh.kapan datangnya.."

"Sekarang lagi di madura bude, sebentR lagi meluncur ke surabaya.mau ikut eyang ke Blitar.Lina,anaknya sunat hari sabtu ini.."

" oooo... Oke oke,selamat bersenang senang ya.rencana pulang ke jakartanya kapan?

"Senen malam, bude"

Aku memanggilnya Teteh.malah biasanya ikutan anaknya memanggilnya "bunda".Anak sulungnya sekelas dengan Abel,saat sekolah di Tk alwahyu dulu.Sejak itu kami berteman.bahkan cukup dekat.banyak kebersamaan yg kami buat.renang bersama,menggunakan vocer menginap di sheraton bersama, ikut lomba gambar bersama, cooking class chocokate, atau sekedar jalan jalan di mall.Dia dan anak anaknya memanggilku bude.

Kami berpisah jauh saat mereka memutuskan kembali ke.cibinong.hubungan kami cuma lewat sms aja.atau sesekali kalau dia. berkunjung ke surabaya,ia akan menginap dirumah sehari dua hari.

"Bude, maaf mau tanya kalau ke pasar turi naik apa ya..."sms nya sabtu pagi itu.

".Lah,gak jadi ke Blitar,teh"

" enggak bude.maksudku mau nukar karcis kereta.pengem hari ini aja pulangnya"

"Naik bemo bisa teh,atau taksi.tapi kalau nukar karcis apa gak bisa lewat telepon aja?"

"O iya,bude.tak cobanya"

"Aku ke rumahmu,Teh.gak ada acara krmana mana kan hari ini?"

"Wah, sip sip, bude....aku tunggu ya.."

Akupun meluncur ke rumahnya,di gayungsari timur.kira kira berjarak satu kilo daru rumahku.

Ketika aku sampai di rumahnya,Endis ,anaknya sedang berdiri di depan pagar rumah.Ia sedang menunggu kedatanganku.

" bude...."sapanya ramah

"Waaaa...nunggu bude ya.takut lupa rumahnya...bunda didalam?"

Teteh lalu membuka pagar.

"Nginep rumahku aja, teh.kalau rumah eyang boleh ditinggal....."

"Bolehlah bude...nanti dulu aku telp.mas San.ntar salah gue....dititipin rumah malah ditinggal pergi"

"Iya lah..sebaiknya memang begitu"

"Susah, bude...gua kayak bola pimpong disini.sutuh sana suruh sini.gak jelas endingnya gimana.padahal sudah jelas putusan mereka"

"Soal apa sih, teh"

"Saya niy bude punya missi ke surabaya ini.rumahku kan pada bocor semua niy,bude..bahkan blandarnya hampir roboh niy bude.aku ke sini buat minta toling ke mbak Puk unt pinjanm duit atau minta tolong rumah itu untuk di beli.."

"Dikasih, teh"

"Enggak bude.kemarin aku nginaondi mafura di rumah tanre itu kan gak terencana.kebetukan di stasiun pasar turi ketemu tante yg ternyata juga dr jakarta.sama bude keretanya.beda gerbong aja.nah karena mas Heru yang mau jemput gak datang datang, tante ngajak nginap.dirumahnya di madura.itu bude....mas San marahnya.......telpon gak berhenti henti..saya lamgsung disuruh ke rumah mbak Puk"

"Bisa langsung ngomongin masalahnya, teh"

"Enggak bude.hari itu saat kami datang ,mbqk puk sudah mau beramgkat kr kantor.aku disuruh nunggu sampai jam 5.jd cuma berdua dengan endis disana.Jam 5 mbak Puk datang kan gak mungkin niy bude langsung bicara.nunggu dia mandi mandi dulu....sebentar lalu sudah magrib.habis magrib ada tamu,bude.....sampai malam.waktu saya tengok ke ruang tamu...lah mbak Puk sudah berselimut sampai leher gitu,siap unt tidur."

"Wow..."

"Saya telp mas San.bilang belum bisa ngomong karena mbak Puk sudah mau tidur.rupanya mas San lanhdung trlrpon mbak Puk.Dia langsung manggil aku,bude, unt diajak bicara."

"Apa kata dia,Teh"

"Begitu duduk niy bude, mbak Puk langsung ke pokok masalah.Dia gak bisa bantu.lah....terus gimana kecuali bilang...ya sudah.sedih.bude...dua gak ngasih aku kesenoatan buat menjelaskan kerisauan kami.dia cuma bilang,gak bisa....."

" jadi langsung pulang ke rumah sini paginya,teh.lha kok terus gak jd ikut ke blitar kenapa?"

"Karena ibu kan biasanya lama.kalau di.blitar.saya bilang senen ininkan sdh harus pulang ke jakarta.jd kalau misal ke blitarnya sampai lebih hari minggu,saya gak.bisa ikut..."

"Berarti mereka lebih dr senen nih teh..."

"Kayaknya sih, bude"

"Bisa ya teh orang irang dirumah ini.anaknya datang dengan bawa masalah....gak.ada pembicaraan apalagi ngasih.solusi .malah pergi sampai saat pulangpun masih belum datang"

"Iya... Mungkin baiknya memang begini bude.jd kami gak usah bertemu lama lama.Karena tahu sendiri kan...ibu kalau bicara suka gak pakai hati...teriak tetiak..marah marah..mencak mencak gak karuan.kalau begini kan memang agak tersinggung sih namu dibiarin...setidaknya gak.banyak gesekan jadinya."

"Nginep dirumah aja,teh.rumahnya di kunci aja"

"Iya bude.aku sih maunya begitu...disini.malah pusing,bude.."

Nginep sehari,teteh rasanya gak.berhenti berhenti nerima telepon.suaminya ditelpon kakaknya.lalu suaminya minta penjelasan teteh tentang apa saja yg dibicarakan dengan mbak puk ,kakaknya itu.lalu ibunya telrp suaminya,.....lalu suaminya marah karena ibunya marahin dia karena mengira tetehnya cerita cerita yg seharusnya gak dia ceritakan.

"Saya habis magrib,pamit ya bude...mbak Puk nnelpon.katanya kami di suruh nginap lagi di rumahnya.habis ini Oni,anaknya,akan jemput kami."

"Oooo.....ngapain sih teh.nhinep.lagi.kan besok sudah senen.malam sudah pulang.ntat disuruh nunggu sampai.sore lagi.kan dia kerja hari senen besok...terus gak bisa ngantar ke stasiun ..wah berubah semua rencananya"

"Tapi Oni sdh Otw ke rumah bude.perkitaan habis magrib sampai rumah eyang"

"Mestinya langdung oming lho teh kalau gak bisa nginep.jadi Oni nya gak usah pergi jemput.

"Saya sudah telp mas San.Biar dia aja yang bilang ke mbak Puk.nanti kesalaham kalau saya yang ngomong ,bude.

"Mbulet teh"

"Ntar mas San nya malah marah ke aku"

"Lagian lho teh,endis dr siang tadi mengelyh pusing.teteh sendiri juga lagi gak ebak badan.bawa barang kesana kemari...reot teh.berani ngomonglah Teh....."

Teteh dan endis pulang bakda magrib.diantar Ifan yang kebetulan sedamg main ke rumah.

Senen siang aku iseng nelpon teteh.menanyakan rencana pulang malam nanti.

"Tetep bude,nanti di antar mas Heru",katanya diujung sana

"Ooo...kupikir posisi di runah mbak Puk"

" enggak bude.senalam Oni datang mau jemput kami.saya bilang gak bisa ikut .terus oni bicara panjang dengan mas San.Gak tahu bicara apa.pokoknya akhirnya Oni pulang.tapi bude..... Jam seoukuh malam mbak Puk datang ke rumah."

"Wow....lha kenapa,teh"

"Dia minta aku ikut pulang untuk nginap dirumahnya.tapi saya langsungn bilang gak bisa ikut.selain mas San gak ngasih ijin ,kami berdua juga lagi gak enak badan."

"Marah dia?"

"Enggak.dia bilang,keputusannya,karena rumah kami gak layak huni lagi.maka kami disuruh bedol pindah ke surabaya.saya dan mas San tinggal di rumah ibu dan anak anak tinggal sama mbak Puk"

"Lah..."

"Katanya dia gak bida minjami kami uang.apalagi jumlahnya kan pasti besar.apalago gak ada jaminan bahwa setelah di utangi itu kami bida berubah apa rnggak nasipnya"

"Teteh setuju?"

" semalaman gak.bisa tidur bude....mikir itu.saya putuskan unt tidak setuju.ebak aja nentukan apa yg akan kami lakukan.i i hidup gue...diatur atur kayak kambing vongek.heran.kan kami cuma mau pinjam uang.itupun dengan jaminan sertifikat rumah.kesannya kok kami ini jd aib bagi kekuarga aja.....lha selama ini kami bisa hidup dengan anak anak yg tetep sekokah dan sehat.apa gak mikir kami berjuang unt bertahan dan bisa?!.ini kan masalah pengen memperbaiki rumah lalu minta toling kekuarga.gak ditolongpun juga gak apa apa.kok semua jd heboh..."

"Jadi teteh jawab apa semalam?!"

"Saya bilang,saya akan.bicarakan dengan mas San.tapi sih,bude...kalau misal mas San nurut dengan rencana kakaknya,mau aku tantag aja kok bude....biar mas San aja yg ke surabaya.saya dan anak anak biar tetep di cibinong.sudahlah,toh akhirnya juga harus berjuang sendiri...dr pada jd cemoohan.caork bude..."

"Ya ya...semoga cepet ada jalan keluar ya"

"Makasih bude,doanya"

"Selamat jalan ya teh...semoga sampai di cibinong dengan selamat"


Sidoarjo,26 mei 2015
Sambil nonton ilc di tv one.














  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS