ide pernikahan justru jadi maslah serius ketika aku lontar ke Rani. Ia sangat setuju bahkan sekarang dialah yang paling semangat merealisasikannya. Entah bagaimana , Bram juga jadi ikutan sangat semangat. Dia yang dulunya menentang , sekarang terus terusan menanyakan , bagaimana merealisasikan ide itu.
" gawe pengacara ta , deka?", tanyanya , " Rani nguber terus, niy"
" gitu , ya " jawabku datar. wah sepertinya aku sendiri sudah tidak bisa mundur. " pertama ya ngurus surat pengantar rt rw sampai kelurahan dan KUa, ntar tak tanyakan orang kelurahan"
" koen ae dek sing ngurus. Aku gak usah melok!"
"Malu ta "
" gak enak ae... "
" ok "
Besoknya aku langsung ke kelurahan menemui pak Muhammad , Modin dikelurahan kami. Dari sana syarat syarat dipenuhi . Semua aku serahkan Pak modin untuk di proses. langkah pertama akan ada sidang poligami dahulu. Sidang itu untuk sebagai dasar untuk pengabulan ijin poligami. Surat keputusan ijin itu nantinya bisa dipakai Bram untuk menikahi Rani secara syah.
Jujur gamang juga aku menjalani semua ini. Ada rasa sedih tapi merasa harus tetap diteruskan. Islam memang mengatur poligami. laki laki muslim , boleh menikah dua tiga atau empat. Tetapi jika mereka takut tidak bisa adil , sebaiknya satu saja. Alquran itu pedoman hidup. Sebagai orang islam , kami memang diwajibkan menerima isi alquran secara menyeluruh. Setuju atau tidak , poligami memang ada diatur dalam alquran. Syarat dan kondisi berlaku.
Bagiku , poligami ini jalan untuk berdamai dengan seluruh masalah dalam hidupku. Karena hubungan yang tersamar dan tidak jelas telah kurasakan selama hampir sepuluh tahun. Masa panjang yang menyesakkan hati. meluluh lantakkan pertahanan. Membuatku tersungkur bermalam malam, melolong mencari perlindungannya. Berharap Allah turun dan mengusap semua lukaku. Mengusap semua luka anak anakku yang selama ini kami biarkan terbuka dan berdarah.
Di satu sisi , kami juga sangat mengerti bahwa Bram dan Rani tidak mungkin lagi bisa dipisahkan. Apalagi Abel juga makin besar.Ia akan mempertanyakan semua yang berkenaan dengan keberadaannya. Kami akan kesulitan menerangkan dengan benar dan apa adanya.Untungnya selama ini kami sekeluarga menceritakan apa adanya .Abel faham bahwa mama Rani adalah ibu yang melahirkannya dan aku adalah ibu yang mengasuhnya. memang baru itu yang ia fahami. tetapi nantinya ia butuh banyak hal lagi yang harus difahami sebagai pijakan melanjutkan hidupnya.
Kata ayahandaku , salah satu kenapa islam menganjurkan pernikahan yang legal dan bukan sirri ( disembunyikan ) atau kumpul kebo karena berkenaan dengan kepastian keberadaan manusia , penghindaran dari segala macam penyakit phisik akibat rasa khawatir atu penyakit hati lainnya akibat " perasan dibohongi atau membohingi " pasangan hidup kita.
Dengan pernikahan yangilegal , laki laki akan lebih sehat , perempuan juga akan lebih sehat . Sehat lahar bathin. Dengan penerimaan pasangan dan tambahan pasangan dalam hidup , insya allah , semua kan baik baik saja ( tentu saja jika dibandingkan perkawinan yang disembunyikan).
Aku mulai intens membicarakan bersama anak anakku pernikahan Bram dengan Rani. Terakhir kami duduk bersama dengan Bram dan Rani. Anak anak punya permintaan , Rani tidak boleh menginap dirumah , tidak semata mata bermesra mesraan denganpapanya, tidak menggantikan kedudukanku sebagai mama( jadi misalnya aku meninggal , Rani tidak boleh tinggal dirumah kami ).Rani juga tidak mempermasalahkan harta papanya selama ini. Aku sendiri tidak mengajukan syarat apa apa. Kenapa? karena menurutku , bram bukan orang yang pintar berbuat adil.Egonya besar dan sangat tega untuk " tidak peduli ". kalau akau punya syarat yang harus ia penuhi , nanti dia akn kesulitan memenuhinya dan itu akan membuatnya jadi penghuni neraka jahanam. Jadi biar saja tidak ada syarat dariku. Aku juga tidak butuh apa apa lagi. Bahkan membicaraknnyapun aku tidak lagi merasa perlu.
Rani setuju semua syarat anak anakku. Malam itu di rumah makan Primarasa , Dea anakku menangis tersedu. Ia tidak berucap sepatahpun. Pada dasarnya kami mengikhlaskan papanya menikahi Rani. Dan siap dengan semua perubahan yang akan terjadi. Aku tetap merasa harus lebih ramah dari pada anak anakku.Jadi ku ajak Ngobrol Rani seperti biasanya sambil memohon maaf karena tiodak bisa menawarinya menginap dirumah malam itu. oh!
03.50 |





