Kuhapus air mataku , lalu kutanyai diriku sendiri," kenapa aku menagis ". Memang ada yang sepeeti menyesak di dadaku, sampai rasanya tidak bisa brnafas lega. tenggorokanku juga terasa sakit seolah ada yang menyekat.Kepalaku bagian belakang sisi kanan juga teras sakit, seolah ada yang menekan nekan.Ya, Kenapa aku menangis, tanyaku lagi pada diri sendiri.
" dia menikah lagi ", jawabku pada diri sendiri.
Itu yang membuat hatiku terasa perih, dadadku terasa sesak dan kepalaku terasa sakit. Rumor itu seolah sedang membuktikan diriya. Makin dicari buktinya , sepertinya makin menampakkan jati dirinya dan itu yang membuatku terasa mengawang degan selurh bagian tubuh atasku sakit.Mulanya pembantu kantor itu yang bilang kalau silvi dan amran nikah siri.bahwa hidup gadis itu makin makmur setelahnya, karena kemudian dia mendapatkan semua yang dia mau .Bu Nanik, pembantu itu juga bilang, bahwa mereka sebetulnya sudah terang terangan, artinya banyak yang sudah tahu, tapi mereka tidak memberitahuku.." Memangnya kenaapa Deka, kalau silvi dan amran kawin "
" ya memangnya kena apa kalau amran dan silvi kawin?"
Sai hati?.kena apa sakit hatimu?. Merasa di khianati?. Pasti sakit hatimu melihat dia dengan perempan lain. Apalagi kalu perempuan itu sudah kamu kenal lama, apalagi kalau selama ini kamu juga berbaik baik padanya, apalagi kalau kamu sebetulnya tida mengira ia akan tega melakukan itu padamu. Pastu itu yng membuat hatimu terasa sakit."Mari kita bicara lebih dalam, deka, mari."
Suah Lima tahun sejak Amrn tidk tinggal dirumah, ia tinggal berpindah dari kantor, ke rumah di Rungkut lalu kembali ke kantor. Mulaya ia empat hari ia berada di Surabaya dan 4 hari ada di semarang, dirumah Rani, istri keduanya.Tiga atau empat hari selama dia berada di Surabaya ia juga tdak berada bersaamu. Jadi sebetulnya, ia tidak pernah ada bersamamu. Lebih jelasnya, ia tidak lagi bersama kamu dan anak anakmu.Apa kamu pernah menawarinya kembali kerumah, menelpon menanyakan kabanya, memahami btapa sepi dan menyesalnya dia?atau kamu juga berusaha berbaik baik dengannya?
" tidak "
kepergiannya adalah berkah bagimu, karena kamu tida lagi mendengar auaman suara marahnya, atau caci makinya, atau sikap sikapnya yang menyakitkan hatimu. Kamu merasa bahagia karena tidak lagi harus ketaktan kalau tahu dia pulang--karena hal kecilpun bisa buat dia naik darah dan marah--, tidak harus menyiapkan keperluannya, atau membuat hal hal yang kamu kira akan menyenangkan dia, padahal malah akan mengundang marahnya.Anak anakmua juga tidak perlu lari kekamarnya, saat kalian sedang asyik ngobrol dan dia datang. Artinya, sebetulnya beban itu terangkat, ketika ia pergi dari rumah.
ketika keadaan tenang, lalu kalian bisa ngobrol dan pergi bersama, ktika omunikasi kamu rasa semakin enak, kamu pikir semua baik baik saja bukan?.Kamu tidak pernah berpikir bukan bahwa semakin tua dia, semakin seoi dia dikamar kantor itu, semakin dia merasa ingin di temani, semakin dia memerlukan keluarga dan anak anaknya. Apa kam,u juga tahu bahwa seringkali ia harus menghabiskan harinya dengan teman temannya yang sebetulnya juga sudah mulai menjengkelkan--karena jadi benalu -- . Kamu juga tidak pernah berbuat apa apa etika dia mengeluh sakit dan kembali ke kamar kantornya sendiri, sedangkan dia ktakutan mati sendiri disana, membusuk dan tdak ada oran yan tahu?.
" Tidak.Tidak sama sekali".
jadi ketika sekarang dia butuh teman , dan silvi mau menemani , masikka kamu merasa ia mengkhianatimu?.TEngok dimasa lalu, ketika ia tergila gila dengan Rani, Yeny , Pingki , Mery atau Rara. Dia bilang karena dia butuh diperehatikan. Kamu sibuk dengan anak anakmu dan sibuk dengan sakit hatimu karen tindakan kasarnya padamu. Kamu hampor tidak bisa merasai, bahwa sakit hatimu, kemarahanmu itu cuma hal kecil bagnya. Yang penting adalah rasa sepi dan sendirinya itu. Ia juga mrasa penting untuk sukses dan banyak uang, dan itu membuatnya makin kesepian karen kemudian dia mudah marah, dan orang berlari menjauhinya, termasuk kamu.Rani, yeni dan pinki itu yang mau menemaninya jalan, bersenang senang atau berbicara tentang hatinya yang sepi itu.
"jadi aku harus bagaimana?'
Tetaplah jadi dirimu.Yang fokus keanak anakmu, yang memohon tidak henti henti menjadi perempuan yang sabar dan bai hati. Jadilah dirimu yang sekarang.Karena itu yang pernah membwamu sukses melalui kejadian yang sama di masa lalu. kamu tidak perlu jadi dewi penolong fokuslah pada dirimu sendiri. Soal Rani atau silvi atau perempuan peremuan lain yang akan datang, itu urusan Amran sendiri.Kalau sekarang kamu mu sok mengubah keadaan, sepertinya sudah samgat terlambat. Kalau misalnya kamu jadi perhatian ke amran dengan sikap sikap manis, misalnya, ia akan mengatakan padamu kalau itu sikap kepura puraan dan amran akan semakin menujukkan padamu bahwa dia sungguh tidak peduli apalagi lalu mau mengikuti maumu.
jadi lebih baik diam, dan melihat, dan bersiap dengan pertunjukan selanjutnya.
Selama kamu jadi istrinya, dunia akn berpiak padamu. Anak anak akan baik bai saja dan duniamu akan berjalan seperti adanya. Tidak ada lagi peristiwa besar atau kecil.Karena semua sudah pernah terjadi.Jadi kamu akan baik baik saja.
Tentang pendapat orang lain, itu memang akan riuh saat dibicarakan. Tetapi kalau kamu tetap diam, tidak akan ada yang dapat melukaimu.Ada Tuhan yang maha menyejukkan hati, maha melihat, maha memberi, maha mengerti, maha member solusi, kamu takut apa?FInansial? Ia juga maha Kaya, jangankan ebutuhanmu, kebutuhan semua hambanya saja ia bisa cukupi bahkan dengan berlebih
Maka diam sajalah. Tidak usah mencari info tentang silvi atau bahkan tentang Rani. Biar bumi merea berputar pada poros masing masing. Kamu juga tidak akan bisa mengatasinya nanti, meski dengan seluruh upayamu.Tidak usah menceritakan pada orang lain.Cukup untuk kamu dan anak anakmu, karena dia adalah yang ikut melakoninya.
Tuhan itu, seperti yang kamu bayangkan.
maka berilah sifat sifat yang kamu inginkan, ia akan menjadi seperti itu nantinya.
Sidoarjo, 6 November 2013
dhuha
NO THING
19.03 |





