RSS

Mulanya , datang jam 9 pagi dan pulang jam 4 sore , dirasa cukup setiap pertemuan. makin lama makin butuh waktu panjang. Dengan alasam pekerjaan yang harus di jalani esok harinya. Bram mulai menawari Rani menginap di rumah.
Ia tidur dengan aku dan Abel dikamar bawah. Ia jadi tamu yang harus aku temani ngobrol dan temani pergi. Tidak ada pembicaraan sebelumnya. Bram main pasti saja , bahwa itu baik baik saja dan sangat wajar untuk dilakukan.

Bram semaunya membuat keputusan. Ia begitu yakin aku akan menerima keputusan itu.Nyatanya aku tidak pernah menolak memang. Bram sudah sangat terbiasa dengan sikapku yang tidak berkomentar atau bereaksi negatif dengan semua hal yang dia putuskan.jadi kalau sekarang dia membuat keputusan bahwa Rani menginap dirumah , dia pasti yakin aku tidak akan keberatan dengan itu.

Bram mestinya tahu ini beda kasus. kalau kemarin misalnya dia memberikan sepatu barunya ke karyawannya atau mengirim uang untuk ibundanya atau membebaskan hutang temannya tanpa rembukan dengan aku, itu bukan masalah besar. Tapi ini masalah Rani. Perempuan yang memporak porandakan hati kami. BIsanya ya dia menanggap aku dan hatiku baik baik saja.

Akhirnya kupilih untuk tidak mempermasalahkannya. karena pasti lebih buruk lagi kalau misalnya Rani menginap di Hotel dan dia menemani!.Ini jelas masih lumayan. Rani jelas tidur dengan aku dan Bram tidur dikamar atas, Setidaknya pikiranku tidak usah terlalu kusut. Setidaknya begitu!
Aku juga tidak membicarakannya dengan anak anak. Kami menghadapi manusia manusia yang tidak punya hati. Jadi tidak usah bermain dengan hati.Dan aku sudah dapat dipastikan "tidak biusa!"buktinya , meski Bram tidak bicara apa apa. Tapi karena Rani sampai malam ada dirumah kami , maka aku tawari dia daster untuk tidur. Meski esoknya setelah mandi dia ganti baju lain dan itu adalah indikasi bahwa menginapnya sudah direncanakan dari sejak sebelum berangkat ke Surabaya juga berarti Bram sudah tahu dan setuju , aku tidak bertanya apa apa.
Bagiku itu adalah sinyal , bahwa mereka tidak menganggapku penting. lebih menyedihkan lagi bagiku itu juga berarti mereka makin dekat!.

Rasa pedih itu muncul lagi. bahkan sekarang lebih sering. Niat baik untuk " gencatan senjata " itu ternyata tidak membuahkan perdamaian di hati. Sekarang Bram dan rani makin berani terang terangan pergi berdua , berangkat dari rumah. kalau rani ada di semarang , bram sudah tidak lagi sungkan untuk mengangkat dan bicara atau bertengkar didepan kami.Bram juga dengan entengnya mengkritikku dan membicarakannya dengan Rani meski aku dan anak anak ada disitu.

Aku mencium aroma busuk dan aku memboyakkannya!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS