RSS

PUTUS

" mari kita hitung apa saja yang masih kita punya.Jangan yang tidak kita punya.Agar kita selalu bisa bersyukur atas apa yang telah diberikanNya."


" jadinya putus beneran niy... non ".kataku ketika bertemu anakku.
" iya ma... dan episode nangisnya sudah selesai "
" hemm...."
Hebat kamu pujiku. Dari dulu kita sepakat untuk boleh menangisi sesuatu yang membuat hati kita sedih tetapi nangisnya tidak boleh  berlama lama. Begitu banyak yang harus dikerjakan selain menangisi kesedihan itu. Jadi  dia sekarang sudah keluar dari kesedihannya dan siap utuk melakukan yang lainnya.

Rasanya belum lama ia datang dengan penuh kebimbangan . Ia diterima di Unair jurusan sastra Inggris dan di Undip jurusan Komunikasi.Dia bingung karena kalau jurusannya dia suka yang di undip tetapi kalau tempatnya dia suka yang unair.
" kan di Surabaya deket mama "
" alah..dik. Semarang kan juga dekat. cuma lima jam kalau kita naik keteta"
" lewat internet malah cuma hitungan menit ,ma "
" nah , itu..... jadi " tempat "bukan masalah lagi kan. Menurutku pilih saja Undip"

Dan dia memilih Undip.

Aku sedikit gelisah melepasnya kuliah disana.Meski sama sama " jawa " jelas berbeda juga kulturnya.Kepikir bagaimana orang orang jawa tengah yang penuh basa basi dan Dia jelas "sangat ceplas ceplos" itu akan berbaur. Ingat betapa akan seringnya dia bernego dengan hatinya , kasihan juga kalau dia harus menghadapinya sendiri.Belum lagi semua harus diurus sendiri. Setidaknya jika dibandingkan di Surabaya , ia punya aku , papa dan dua kakaknya yang bisa selalu mendukungnya jika diperlukan.

keputusan akhir, dia kuliah di Semarang. Tinggal bersama Rani , maduku.
 
Soal tinggalnya dia rumah Rani , memang sempat jadi sedikit ketegangan. Si Papa berpikir tidak akan terjadi apa apa. Rani perlu teman . Dirumahnya ada kamar kosong yang bisa ditempati. Lagi pula itu berarti mengirit ongkos.setidaknya  selama empat tahun tidak usah mengeluarkan uang kos dan makan.

Itu pemikiran yang salah.

Dua minggu tinggal dirumah madu , sudah muncul masalah. Rani online terus dengan si papa.Bercerita atau tepatnya melaporkan setiap detil kegiatan Tya. " suka bangun siang , pulang kuliah tengah malam bahkan dini hari, berangkat kuliah tanpa mandi. Bensin boros...."
Dapat ditebak setelah dia online dengan papa , Tya dapat caci maki.Itu jadi sarapannya tiap pagi.
Rencnanya dulu ( sebelum dia ke semarang ), bahwa papa setiap kamis sudah ada disemarang akan meringankan kesepihannya dan jadi momen yang menyenangkan karena ada yang diajak ngobrol. Tetapi ternyata ia " merasa " tidak pernah dapat tempat di hati papa. 

Tya memilih diam. Menangis diam diam.Tidak punya kesempatan untuk bercerita bahwa ia pulang malam karena ia masih disemester I dan lagi banyak banyaknya tugas kuliah. Karena rumah kelompoknya jauh jauh , mereka memilih mengerjakannya di kampus atau dirumah kos teman yang dekat kampus. Tidak juga bisa bercerita bahwa uang 200 ribu itu tidak cukup untuk i minggu.Apalagi kalau harus mengkopi banyak materi kuliah, makan dan pulsa,Bahwa dia juga tidak berhura hura , ngalayap ke mol atau tempat lain untuk bersenang senang.Bahwa walaupun papa bilang " kalau kurang duit minta saja ke "mama Rani " , ternyata dia juga tidak bisa melakukan hal hal seperti itu. Tya, tanp memperhitugkan kesehatannya , memilih cuma makan sehari sekali dan itu[un makan nasi kucing yang banyak dijual di sekitar kampusnya.

alah mak... kasihan anakku itu. Tapi tetap hebat, karena cerita itu cuma untuk mama dan tidak untuk siapa siapa,

" mama , aku jadian dengan Rio "
aku ikut sumringah,

Ia punya tambatan hati . Setidaknya , ia punya teman yang bisa diajaknya bicara bahkan mungkin sedikit bermanja atau bahkan bisa diumpatnya kala sedang bete dan selalu termaafkan.
" Ia sholat?"
" lebih baik dari aku... "
"dari keluarga baik baik?"
" bapak ibunya , guru , di Pemalang "
Sementara itu cukup , anakku. Semoga harimu manis selalu.

Dari status Fbnya aku tahu , nereka putus. Lalu , ketika melihat dia sudah cengar cengir saat kami bertemu , aku tahu nakku baik baik saja.

Sekarang malah papa yang minta dia kos.Kami tidak menolaknya. Itu ide bagus yang di awal keberngkatannya sudah kami sepakati tetapi  berubah karena pertimbangan pertimbangan ekonomi.Semoga papa tahu , bagi seorang anak , sangat berat melihat bagaimana papa yang selama 17 tahun hanya dimilikinya , sekarang juga dimiliki orang lain.Juga sangat berat setiapkali beradu pandang dengan " tante " tanpa berteriak" kau pengkhianat!".

Sidoarjo,01 februari 2010


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS