RSS

7

Hampir magrib, ketika pagar rumahku berbunyi keras karena di teng teng. Memed datang dengan kak Ogan, saudara dari Palembang.Datang dengan istri dan satu anaknya yang berusia 7 atau 8 tahunan gitu.Karena dia datang dengan membawa tas besar , aku langsung tahu bahwa tamuku akan menginap dirumah kami." sialan ", geruuku dalam hati," gak ada pemberitahuan "

"  tadi momox telpon mbak, wah maaf mendadak ini.Jadi merepotkan mbak " katanya beramah tamah

" nggak, gak papa. Gak merepotkan.Sudah biasa," kataku juga beramah tamah," coba tadi ngasih tahu, kan bisa kami siapkan tempatnya. Barang barang busuk itu bisa kami buang dulu..," kataku melucu," wah jadi ketahuan aslinya"

kami tertawa rame rame.

Dengan sigap aku dan Tya mengganti sprei dan meningkirkan barang barang yang sekiranya kami gunakan  selama kamar itu dpergunakan mereka, kayak make up , baju dan sebagainya. Intinya supaya besok tidak mengganggu mereka karena harus mengambil barang di dalam kamar itu.Lalu aku , menyiapkan makan malam buat mereka.

 momox datang bersama satu orang pegawainya.Kikuk sih , tapi aku sempat melihat dia juga berusaha seperti tidak ada apa apa.

lalu kami terlibat ngobrol seru.Cerita masa lalu, membual hal hal lucu dan memalukan dimasa lalu.

Ah Tuhan ,
Sesepele ini caranya kami bisa bertemu dan bicara.Kupkir tidak akan bicara lagi dengan momox karena peristiwa kemarin. Meski agak bingung karena akan ada acara turun tanah Dastan , tapi males mikir harus gimana bisa memulai berbaik baik agar pergi bojonegoro. Kupikir kemarin ketika Ade bilang mau pulang kesurabaya , itu akan membuat suasana mencair. Kami bisa pergi rame rame dan pasti momox mau ikut karena ada Ade yang menemani dia ngobrol. Atau kalau dia tidak ikutpun , ada Ade yang nyetiri kami untuk ke bojonegoro.Masalahnya , biarpun dengan tekad tidak tergantng kami-- aku,Tya dan Alya, berencana naik travel,sebetulnya ribet juga.. Takut jadi bahan pembicaraan saudara Yudha atau jadi rasanan banyak orang.
Dengan adanya tamu ini dia bisa datang ke rumah , memberi uang dan melayani tamu. Tidak masalah kalau besok dia harus ke semarang, tapi setidaknya, hari ini kami sudah gencatan senjata.Masalah yang lain bisa perlahan diperbaiki.
Semoga Tuhan melembutkan dan membuka hatinya. Mengembalikan rasa sayang dan hormatnya pada keluarga ini. Bertahun tahun menahan dalam segala kekurangan dan menyelesaikan banyak masalah sampai berdarah darah, masak iya sekarang membiarkan orang lain yang menikmatinya.

Tuhan ,terima kasih


Sidoarjo 24 januari 2014




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS