RSS


(3)

Senang hatiku, karena sekarang sudah tidak perlu mengumbar basa basi. Jadi tidak  peduli apapun yang sedang dia buat, sedang pasang tender atau sedang berebut untuk membeli rumah rumah yanag dilelaang, atau sedang mewek semalaman karena Amran ngambek dan tidak peduli dia, atau dia lagi pergi dan pamer  barang barang yang dibeli, aku tidak perlu lagi memberi komentar atau membawanya dalam percakapam dengan siapapun.

sejak masalah "kutu" itu, kami putus hubungan.

jauh didalam, aku membenarkan pendapat orang tentang diriku Katanya aku hebat, sabar dan sedikit bodoh, karena membiarkan dalam cengkeraman Rani, perempuan yang mukanya lebih pantas disiram air raksa--karena merebut suami orang-- dari pada di puji apa lagi diterima dengan baik.Tapi yang sebenarnya, lebih jauh dialam hati.,aku merasa hebat juga-- takjub pada diri sendiri--, dengan yang pernah aku lakukan.Menemaninya belanja keperluan bayi, mengantarnya pergi ke rumah sakit untuk melahirkan, merawat bayinya hingga 8 tahun, memperkenalkana anaknya padanya dan berupaya anak itu menciintainya, mengupayakan anaknya mau pindah dan tidak memprovokasinya.Menikahkan dia agar tidak jadi omongan negatif masyarakat, memberi anaknya nama keluarga yang dia sendiripun tidak berani mencantumkannya,   menemani  dia jalan di mol, datang kerumahnya ketika bayi keduanya lahir, menenangkan dia ketika menangis, terkapar tidur di depan tivinya sedang dia berdua dengan Amran, membuat cerita cerita masuk akan agar dia tidak di benci keluarga, bersimpati dengan masa lalunya, menenangkan hati ibunya agar tidak khawatir anaknya dimusuhi, mengundngnya dipernikahan Dhea  dan tidak mempedulikan bagaimana tetangga berbisik bisik.

sekarang itu tdak perlu lagi aku lakukan, dan itu melegakan.

Dia pasti senang juga karena juga tidak perlu berbasa basi lagi.kami berdua  sama senangnya karena tiidak membebani hati masing masing. Mboyak... yang akan terjadi, ya terjadilah.

" lha kalau aku wisuda , gimana mah," taya Tya." Memangnya kenapa Tya"." Kan mama sama papa harus hadir .Aku wisudanya dua kali lho, ma. Satu untuk fakultas, lalu satu kali lagi untuk Univversitas. Jadi mama paling tidak menginap 2 alam di sana". " ya nginap di kosanmu, Tya, kok repot.Atau ya gak usah hadir. Memang harus hadir?"." mas Yuda-- suami dhea--, dulu juga gak dihadiri siapa siapa"." nanti foto fotonya di Surabaya saja"

" ah, gak asyik, ah "
" memangnya kenapa harus asyik, Tya"

'Wisuda itu tanda bahwa pendidikanmu di universitas itu sudah selesai.Semua orang tua juga bangga bahwa anaknya sudah menyelesaikan pendidikanya. Kebanggaan itu tidak lantas pupus hanya karena tidak hadir pada saat kamu diukuhkan jadi sarjana dan menyatakan pendidikanmu selesai bukan ?.Sebab kebanggaan itu ada disini, di dalam hati", kataku sambil menujuk dada

" iya sih, sak karep mama saja "

Dan ini sialnya, atau mungkin ajaibnya,  semua tentang kami masih harus berurusan dengan dia.karena semua mobil atas nama dia, karena pekerjaan indovision harus melibatkan dia, karena setiap tahun saat pulang ke palembang harus transit dirumah dia, karena keuangan masih di kelola dia, karena semua aset yang ada disurabaya dilising atas nama dia, karena semua kartu kredit  dipakai dia.

bagaimana lalu tidak peduli?

apalagi kalau Abel sms begini " mama, aku kangen.Aku galauuuuuu "

ah!






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS