RSS

(4)
Sekarang, tahun kelima Amran meninggalkan rumah. Banyak yang terjadi bahkan berubah.Ah, baragkali yang betul berkembang. Sebab sesuatu yang pernah terjadi,  dengan banyak  kemungkinan-- hal hal yang menyangkut karakter pribadi, kejadian sekitar kami, usia dan ilmu yang terus saja kami pelajari dan dapat,teeman teman , komunitas yang terus silih  berganti --, membuat kami jadi makin faham bagaimana bersikap.

Dhea sudah menikah dan branak satu.Ia jelas sudah tegak dengan kondisinya. Bersyukur, Tuhan mmudahkan segala upaya keluarga kecil ini. Insya Allah -- seperti doaku selalu--, ia tidak berada dalam kondisi perlu mengkhawatirkan finansial dan kedudukannya. Yudha, suaminya, lebih punya banyak kesabaran ngemong dia.Besan saya itu, termasuk golongan orang yang tidak akan pernah merepotinya, malah surporter utama bagi mereka. Syukurlah.  

Ade, anak lelaki satu satunya, mewarisi watak papa dan mamnya hampir sama besarnya. Kupikir ini menguntungkn kami. Ia satu satu laki laki dalam keluarga J.Amran ,  krn dari perkawinannya dg Rani, dua anak yang lahir juga perempuan semua . Ade kelak jadi sandaran kakak dan adiknya. Semoga selalu berkelipahan energi untuk memikul tugas itu kelak.hari ini sedang berjuang , menata hidupnya, di Jakarta.Mengambil S2 di UI -- fak kominikasi politik -- dan asyik membangun usaha .

Tya, sudah hampir jadi sarjana komunikasi dr Universitas Dponegoro Semarang. ia, yang sejak smp sudah pandai membuat semua kegiatan sekolahnya jadi uang itu, ternyata membutuhkan lebih banyak semester untuk menjadikannya sarjana dibanding kakak kakaknya. " fak komunikasi undip itu lain, mama, dengan yang ada di unair atau Gama sekalipun. ", katanya memberi alasan. Lalu katanya lagi," di universitas lain cuma theori saja. kami lebih banyak prakteknya"."jadi kamu akan lebih matang dan pinter dong , Tya" jawabku. Dlam hatiku geli juga. ku sudah tahu, bahkan sejak lama, anak anak yang merasa pintar selalu tidak beruntung medapat nilai bagus. Mana ada dosen yang rela mau kelihatan lebih bodoh dari mahasiswanya?.Sementara itu mahasiswa yang --merasa lebih bisa dan tahu banyak -- itu, lebih senang membuat semua tugas jadi spektaculer, kalau bisa. Tidak peduli itu akan memakan waktu lebih lama dalam mengerjakannya. Bahkan bisa jadi, setelah  terulr ulur, si mahasiswa sendiri sudah tidak tertarisk
untuk menyelesaikannya, karena masalah yang ingin dia bahas sudah tidak up to date lagi.

Mestinya, cukup asal luluus saja. Di dunia luar, saat harus berjuang dalam kehidupan , nilai di kampus itu tidak akan mnjamin kesuksesan. Teman teman cuma akan mengenangnya sebagai teman yang pintar yang selalu mau mengerjakan tugas kelompok jd sempurna dan menyumbang nilai bagus bagi mereka.Mereka tidak akan memberikan reward apa apa. Di dunia , dimana orang akan dihargai dari bagaimana di sukses mengumpulkan uang, manusia manusia idealis itu akan sangat kecewa melihat bagaimana saingan mereka yang biasa biasa saja lebih dulu maju dan bahkan berlari, juga sudah menghasilkan banyak, dibanding dia yang bertahan dengan "kwalitas prima "

Tapi, ya sudahlah.....  dunia ini  akan indah kalau orang orang seperti dia cukup banyak jumlahnya. Merekalah yang dengan karya karya besarnya akan membuat dunia ini jadi lebih mudah untuk ditempati. Mereka yang cuma asal berjalan, akan cuma menghasilkan sampah pada akhirnnya.

Seperti kesepakatan semula, Alya, -- sebelum dia sekolah di Semaranng--, semester dua ini  sudah pindah ke surabaya lagi. Rmah di bungurasih itu cuma kami berdua yang menempati.Bukan cuma terasa lebih lapang, tapi juga terasa lebih lengang. Dia remaja yang banyak maunya. Sibuk dengan dunianya.Kadang kami tidur berdua dan ngobrol panjanng, tetapi lebih sering dia tidur dikamar atas dan aku di amar bawah. satu orang mnguasai satu lantai.wah!

Amran masih kilar kilir surabaya-semarang. Ia memenuhi semua kewajibannya terhadp anak  istrinya-- terutama soal beaya hidup--meski sering kali secara emosional kadang tidak hadir.. Ia juga sedang menyiapkan Ade dan Tya untuk belajar mengerjakan bisnis.Aku bersyukur akirnya mereka mau terlibat. Semoga di sukseskan sediini dan semuda mungkin. Semoga sll mendapat kemudahan, selalu sehat dan selalu beruntung.
kalau ada yang masih mengganjal,-- tentang sikapnya--, karena sampai hari ini, kalau dia ada di semarang, jadi galak dan cuek dengan kami. Sms tidak pernah dibalas, teleponpun tidak pernah diangkat. Kalau akhirnya diangkat, nada dan kalimat yang dia pergunakan sellau kasar dan menyakitkan telinga.

Dengan Abel dan Nindy , anak anak amran dan Rani, kami hampir tidak berkomunikasi. Dengan ibunya apalagi. Sejak peristiwa kuttu itu, ia tidak lagi   memblas sms dan menerima telponku.

 Baguslah!dngan begitu tidak ada lagi acara basa basi untuk membuat sduasana seolah tanpa masalah.kalau di ingat lagi, bagaimana bisa aku mengnap di semarang, rumah Rani , melihat dengan mata kepala mereka memasuki kamar dan aku tidur terkapar di depan televisi, atau berjalan beringingana dimoll dengan Rani yang merapat terus disampingnya sementara aku sibuk denga anak anaknya, atau bersama sama ke kantor mereka dan membiarkan orang lenih mengenal kalau Rani itu istri Amran, atau pergi makan bersama, atau ketika orang menyebutnya nyonya.

Sekarang, Amran  paling tidak jadi tahu, kalau selama ini aku yang selalu berjuang uttuk berjalan dalam keseimbangan.Agar semua baik bai saja.Agar image keluarga amburadul tidak terdengar, agar seolah aku istri yang khlas, agar kami baik bai saja.-- sebab sebetulnya  itu sulit dilakukan oleh siapapun--, apalagi kalau keperpihakan dia tidak sama.

jadi punya banyak waktu untuk merenungkan semua yang sudah dijalani. Sudah waktunya fokus menyayangi diri sendiri dan menyedikitkan waktu terlibat dengana orang lain.

Insya Allah begitu,
Tuhan tidak akan membuat suatu peristiwa yang tidak ada "hikmah"nya
yang terjadi, sampai hari ini, itulah yang terbaik
kalau di syukuri,
hikmahnya akan memenuhi ruang angkasa
Aku mau,
aku mau Tuhan, aku mau
Engkau sebaik baiknya pengatur
aku  mahfum itu.












.


























  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS