RSS

Aku justru nerasa sedih ketika malamnya Amran minta diurut. Aku tidak bicara apa apa. Tapi mataku berkaca kaca dan tenggorokanku terasa ada sekatnya.
" kamu mengkhianati aku. Kalian mengkhianati aku! " teriakku dalam hati. Aku memang bodoh! memang bodoh!. Mestinya aku tidak usah percaya pada kalian. Aku buta! percaya dengan sumpah kalian.Mestinya aku tidak membiarkan kalian bersama sedetikpun.Kepalaku sekarang pusing. Banyak sekali pernyataan pernyataan yang dulu kuabaikan , muncul. "sumpah, mbak, gak mungkin aku merusak rumah tanggakmu". " Aku sudah punya pasangan'." pak Amran itu sudah tua. Gak ada apa apanya".
" ma...... susu!" teriak Abel dari bawah
" Ya..... " aku lalu lari kebawah. Gadis kecil itu menyelamatkan aku dari kekacauan yang bisa saja timbul seamdainya aku masih diatas dan terus mengurut bapaknya.
"ok. pakai pempersnya.Sekarang kita tidur!"
"moh!"
" yo wis, masuk kamar , masuk kamar , kita main di kamar ya....."
" susu, ma, susu "
" ya ". begitu naik keatas kasur , Abel mulai loncat loncat. Aku cuma memandanginya sambil tiduran. " ibumu, pengkhianat, bel!" kataku dalam hati.Aku juga yang suka sok baik. Sudah tahu isuenya santer kayak gitu malah berteman dengan mamamu.
Mamamu itu sering makan dirumah ini.Bahkan aku sering bawakan sarapan untuk mereka di kantor.Gila, ya bel! gila sekali. Ketika mamamu menangis karena perutnya sudah mulas mulas, akulah yang membawanya ke rumah sakit Darmo. kamu lahir disana dan surat kelahiranmu tidak pernah kami ambil karena untuk mengambilnya dan mengurus akte kelahiranmu, mama harus menunjukkan KSk dan surat nikah sedang mamamu tidak punya itu.
O alah ,bel.....Dulu rencananya kamu diberikan ke Om Soing, teman papa. Tapi istrinya tidak setuju.Mungkin karena akhirnya dia tahu kamu anak papa ya...ketika keluar dari rumah sakit , akulah yangmenjemputmu dengan mbak Alya. mamamu bingung mau pulang kemana. Ke kosannya tidak mungkin, karena kamu masih terlalu kecil dan mamamu tidak punya pengalaman untuk mengurusmu. mau ditaruh panti asuhan , ternyata mamamu belum punya kepastian , panti yang mana. Akulah yang menawarkan diri untuk mengurusmu dan sambil menunggu kepastian nasipmu, kamu dan mamamu tinggal dirumah kami.Sejak lahir Bel, akulah yang memandikanmu , menyuapimu dan mengurusmu.
Dua bulan kamu dirumah . Akhirnya tibalah saatnya mamamu kembali ke kosnya. Tapi dengan pertimbangan kamu masih terlalu kecil, kamu tetap dirumahku. Setiap sore mamamu datang menjengukmu. Aku juga yang menawarkan itu.... aku bel, aku!.
Sekarang, ternyata Bel, kamu anak papa. oh sedihnya , bel..... sedihnya.kamu tidak tahu aku saat ini sedih sekali. Dan kamu cuma loncat loncat dari tadi..... ah, dasar kamu Bel!

Semalaman aku tidak bisa tidur. Aku harus bagaimana?. Ternyata Abel itu anak suamiku. Apa aku harus minta cerai?.menyuruhnya memilih aku atau Rani?.bagaimana mengataknnya pada anak anak? orang tuaku? atau jika ada pertanyaan pertanyaan tentang semua itu. Bagaimana kelanjutan rumah tangga kami?. Aku capek! capek memikirkannya.

2

Smsku pagi ini :Allah mengajarkan kepada kita bagaimana meraih rachmatnya yang sejati yaitu dengan cara menjadi mediator nikmat dan rachmatNya kepada orang lain.Berbagi dengan orang lain nikmat yang kita punya" kukirim untuk kelima saudara dan sepuluh sahabatku.

Di dhuha tadi pagi aku melapor padaNya." Gusti, ini berat sekali.Aku belum bisa memafkannya. tapi aku janji untuk tidak bikin onar atau memakinya.Beri aku kekuatan dan kesabaran".Aku merasa Allah memberiku kesempatan. Karena setelah melapor itu , ku rasakan hatiku sedikit plong.
Aku bilang ke mbak Nur dan buk Su untuk tidak menerima telepon dari Rani. Abel sementara tidak boleh bertemu mamanya.
" kenapa dik ", kata buk Su. Pengasuh Abel itu memang sudah tua. Lebih tua dari aku. Dia merasa kagok kalau memanggilku Ibu .Jadi dia panggil aku adik
" wis poko-e gitu buk Su "
" O, nggih",katanya menyetujui." lha kalau mamanya kesini , gimana dik "
" gak usah dibukakno lawang"
" Lha kalau maksa , gimana!"
" ya biar saja dia teriak teriak dari luar, gitu !"
" opok-o seh dik ,dik , athik ngono barang....."
Aku yakin Buk Su dan mbak Nur lagi bingung dengan perintah tidak jelas begitu.Tapi biar saja dia bingung. Aku juga sedang bingung. mau bikin gerakan apa. Jelas aku jengkel dan sakit hati dengan Suamiku dan Rani tapi mau apa?.Mau apa?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS