Sms pagiku untuk anak anakku " mari menghitung yang kita punya. Jangan yang tidak kita punya. Allah yang maha kasih dan kaya itu berjanji selalu memenuhi kebutuhan hambanya. Tidak peduli kita siapa , Ia tidak pernah rela kita meminta kepada yang lain. Chayoo! "
Matahari sudah sepenggalah. Rumahku sepi . Kalima anakku sudah berangkat sekolah. Selesai urusan rumah , saatnya bermunajad padaNya. Di dhuha pagi ini , hatiku sangat tidak menentu.Sejak kemarin menahan air mata.membiarkan hati terbelenggu kegelisahan.takut meneteskan air mata apalagi untuk meraung. Aku sedang menjadi penjaga hati anak anakkku.Pagi ini mereka berangkat dengan beban hati yang sulit kutebak( karena reaksi mereka tentu berbeda) tetapi ketika tadi berangkat,insya Allah mereka semua yakin bahwa mamanya akan baik baik saja. Itu penting!.bagiku sangat penting.
Urusan dengan Tuhan beres , aku mulai memberanikan hati untuk naik kelantai atas.masuk kekamar Suamiku. Kamar itu tetap amburadul seperti setiap pagi. Selimut teronggok di lantai dan seprei kusut masai. Anak anak selalu meninggalkan kamar papanya seperti itu. Meski sudah diomeli sepanjang tahun, tidak berubah. Barangkali karena selalu rapi jali setiap kembali untuk menidurinya.
Ada pemandangan yang tidak biasa. Gantungan baju dibalik pintu itu kosong. Biasanya selalu ada celana dan baju kotor disana. Dan ketika aku buka lemari tiga pintu yang ada di ujung kamar...... kosong. Betul betul kosong.Tidak ada satupun pakaian didalamnya. lalu aku buka brankas tempat harta karun kami..... subhanalloh, yang ada cuma polis asuransi kendaraan yang sudah kedaluwarsa, ajasah ajasah anak anak. Semua punyanya , termasuk sertifikat dan bpkb dibawanya .Semua sepatu juga dibawanya.
Kuredakan hatiku yang tiba tiba saja merasa nelangsa dengan duduk dikasur. Sekarang aku mulai menangis. Rasanya pedih sekali. Ternyata dia benar benar meninggalkan kami. Perkawinan dua puluh satu tahun kami berakhir dengan begini......hampir setengah jam aku membiarkan larut dalam kenangan pahit dan manis.Ku kenang kembali semua perjalanan hidup kami berkeluarga.bahkan sejak kami bertemu dan mulai pacaran........ Lalu datang perasaan lain.. begitu saja.Aku tidak lagi menangis. Perasaan lega dan perih di hati berangsur hilang. " ayo , deka! berhentilah menangis!" kataku pada diri sendiri.
" Dia sudah pergi.Benar benar pergi!"
" iya"
"semudah itu?!!. tanpa pertimbangan apa apa?"
" ya!"
" jadi aku tidak berarti apa apa lagi , ya !"
" iya!"
"Hidupku hancur. Berantakan!"
" Tidak juga!"
" kamu punya anak anak "
" iya!"
" kamu punya tempat tinggal yang layak. Fasilitas hidupmu masih utuh!"
" Iya "
" kamu punya tetangga tetangga yang baik. Tidak resek dan suka berasan"
" ya "
" kamu punya teman teman yang peduli dan tidak suka mendesak"
" ya "
" Jangan jatuh, deka , jangan!"
" iya"
" hapus air matamu. cari kesibukan dan banyak berdoa!"
" ya"
lalu aku berdiri. Merapikan kamar . membuang semua kertas dilaci yang tidak berguna , menyapu dan mengepelnya. Sebelum keluar ku semprot dengan glade aroma apel. Hem.... baunya menenangkan jiwa.
Hari itu sampai jam dua belas siang , semua kamar dilantai atas dan bawah sudah sangat rapi dan wangi. Terakhir kukosek lantai 2 kamar mandiku.Bunga bunga yang berjajar dianak tanggag ku siram dan kurapikan. Lega sekali.... lega sekali..... beban dihati hilang bersama kotoran yang sekarang terbungkus rapi di kresek sampah. Aku kembali bermunajad padaNya. Memang sedih ketika kehilangan sesuatu yang kita kira akan jadi milik kita selamanya.
" ia tidak pergi begitu saja, dek "
" ya, aku mengerti. pasti dia sudah sangat tidak tahan berada bersamaku. Hari ini aku sedang ikuit ujianNya. Soalnya begitu sulit aku benar benar merasa kesulitan!. Soalnya tidak biasa biasa saja"
" dan kamu bukan peserta yang biasa juga. Sang penguji tahu , kamu akan luluis juga kali ini"
" semoga!"
Semua yang terjadi selalu dengan sepengetahuaNya. Satupun tidak akan pernah ada yang terlewat. Ia tidak pernah membebani sesuatu yang tidak pernah bisa kita pikul. Selalu sesuai kemampuan kita. Ia tidak mudah menghukum. Ia juga menunda azabnya. Ia maha pengasih. Ia juga mengasihiku. Aku yakin itu. Hakkul yakin.
Sidoarjo.4Agustus 2008
UTOPIS
17.37 |
Label:
seri kekais cinta





