RSS

MENUNGGU

smsku pagi ini " jika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu kebahagiaan yang lain terbuka. Jangan memandangi pintu yang tertutup itu terlalu lama, nanti kita tidak tahu pintu mana yang terbuka untuk kita ", kukirim untuk ibu ibu kelompok khasidah arrahmahku.

Kalau menuruti emosi , maunya memang langsung teriak teriak tentang perasaan ketidak adilan yang kurasakan ini. ' janjine biyen gak ngene rek!'.Aku butuh menyuarakan lantang tentang kesewenang wenangan suamiku itu. Piye to.... rabi 21 tahun , jaminane umurku lha kok digawe gak karuan ngene!. Blas nggak main!.Kebencianku padanya meluap, membuncah dan meluber kemana mana. membicarakannyapun aku tidak mau. laki laki biadab itu samgat keterlaluan!.

saat tidak berdaya seperti ini aku ingat bapakku. Lelaki dari bawah gunung lawu itu jelas lebih gagah dan gantelman dimataku. Dulu, sebelum beliau wafat , dialah sandaran hatiku. Kami bisa ngobrol semalaman soal apapun. Apalagi soal laki laki yang diberinya amanah untuk menjagaku ini. SEbelum akhirnya beliau melepasku, ia orang yang paling menentang hubungan kami.
" umur kalian sama ", begitu alasannya., " kalian akan sulit saling mengalah. Sekolahnya sama. Yang dibaca sama, yang di tonton sama...apa asyiknya dengan dia"
" aku cinta , pak " , jawabku meyakinkan.
' Dia orang luar jawa, Dek.Pembauaran itu memang baik. Tapi berat untuk dijalani. Aku tidak ingin kamu patah ditengah jalan".
" ya iyalah... lain lubuk lain ikannya kan.Bagus dong pak. Hidup kami malah bisa sangat berwarna.lagian bapak takut apa?. Dari kecil aku ini sudah suka jadi seksi sibuk. Sekarangpun malah jadi kohati. Biasa ngurusi masalah.....bapak gak usah khawatir"
"soal agamanya....... laki laki itu sulit untuk menurut dan belajar dari perempuan. laki laki itu tidak suka digurui."
Akhirnya bapakku memang menyetujui hubungan kami. Beliau juga yang paling sibuk mempersiapkan perkawinan kami.Setiap kali aku tidak tahan dengan perlakukan Amran , aku datang padanya. Meski aku bicara panjang lebar tentang prediksinya , ia tetap mendengarkan aku. Kalau aku sudah mulai memangis bapak cuma bilang begini :" lho, iku kan pilihanmu dewe.lha sekarang... kalau misalnya gusti allah tanya... dek , umpamane semua itu jadi tiket kesorga , piye?"
" wah . aku yo gelem banget , to "
" yo, wis lho gak usah nangis.... ". Dan akupun berhenti menangis.

Bapak ,aku seperti melihatmu disini. Apa yang engkau bilang dulu itu bener semua. Ternyata tidak mudah mengatakan sesuatu padanya , meski itu soal kebenaran. Banyak hal yang menurutku sangat serius tapi baginya bukan apa apa. Yang menurutku sepele malah baginya sangat serius. Aku kesulitan menyamakan visi. kami tidak bisa duduk berdekatan terlalu lama karena ditengah kegembiraanpun dia bisa tiba tiba sangat tersinggung dan marah.
Bapak , barangkali dimatanya aku ini terlalu hebat. jadi seumur hidup perkawinan kami selalu ia berusaha untuk meyakinkan siapapun bahwa " aku itu tidak berarti apa apa baginya".Barangkali ia juga sangat cinta padaku sampai sampai ia tidak rela seorangpun ' menyapaku'. Aneh kan pak. Ia, ia mencintai aku dengan cara yang aneh.
Soal bunga yang lupa disiran saja dia bisa ngamuk. Tapi ketika dia lupa pulang(?), minta dimakluimi. kalau aku bicara dengan laki laki ( padahal tetangga atau adiknya sendiri) dia bisa mencaci maki seolah aku ini sedang menawarkan diri untuk di tiduri. lalu ketika dia tidurdengan perempuan lain sampai punyaa anak , menurutnya itu tetap salahku. Aku salah , karena sebagai istri aku tidak becus. Sebagai ibu aku gagal. Sebagai teman aku teman yang tidak setia. Barang kali memang begitu ya pak.Barangkali memang bener begitu. Apalagi sebagai hamba.... oh , pasti terlalu banyak kesalahanku. jadi mungkin pak , aku masih harus bersyukur bahwa Amran cuma pergi dari rumah. Ia tetap membeayai anak anaknya. Masih tetap peduli dengan kebutuhan rumah. Ia, pak..... sebab kalaudipikir lagi , dengan kwalitasku yang tidak prima, mengingat Allah itu maha diktator, mestinya Allah bisa membuat semua lebih hancur dan berkeping. tapi lihat pak...... semua masih baikbaik saja. kami memang pisah rumah ( setelah sepuluh tahun pisah ranjang)........ jadi , keadaan ini masih lumayan ya pak.Lagi pula pak, semua ini tidak akan selamanya. Memangnya mau sampai kapan?. Paling paling umur enam puluhan aku mati.Dan semua ini akan berakhir dengan sendirinya. Sekarang aku sudah empat puluh delapan. jadi ya..... kurang dua belas tahunan lah, pak.itu bukan waktu yang lama. Perasaan kemarin baru senin.... rasanya tiba tiba saja sudah sabtu lagi. Sediluk pak.

Paling bijak kalau sekarang lebih punya kesibukan yang menghasilkan ,tetap berfikir positif . Tidak boleh stress dan jangan berteman dengan syetan.

Nama tengahku " sethira". kata bapak itu artinya "sabar'. Sabar itu adalah menunda kemarahan, berpikir ulang sebelum mengambil tindakan , menahan amarah , tidak tergesa gesa dan pinter menunggu. Semua perempuan didunia ini ahli berbuat " sabar". ia menunggu air yang dijerang sampai mendidih baru bisa untuk bikin kopi atau teh. kami juga ,menunggu nasi matang agar bisa dimakan. dulu kami menunggu , sementara laki laki memutuskan akan mengunjungi kami atau tidak. kami menunggu dipinang dan dinikahi. kami juga menunggu jabang bayi lahir setelah sembilan bulan kami kandung. jadi soal sabar kami sudah sangat ahli dan pekerjaan yang lekat dengan kami. kami melakukannya detik demi detik seperti halnya kami harus bernafas.

Dalam hal menunggu , yang paling menyebalkan adalah menunggu dalam ketidak tentuan. Bagi penerima gaji bulanan , menungu tanggal satu yang kurang tiga hari ssaja bisa terasa lama. Bagi gadisku , menunggu mas gantengnya yang dalam perjalanan ke rumah kamipun bisa terasa sangat lama.(padahal bagi keluarga prayit yang membunuh Purwanto cs itu , duapuluh lima tahun menunggu hukuman mati saja masih terasa sebentar..... ).Di posisi " tidak menentu " inilah aku.Apa yang terjadi dua bulan, satu tahun mendatang?. Apa keluarga calon besanku bisa menerima anakku tanpa menghina sebagai " produk broken home?", apa komentar para tetangga, saudara dan kenalan kami?.Apa luka anak anak akan sembuh atau tetap basah dan menganga?.Bagaimana hubungan kami selanjutnya?.entahlah.

Yang pertama aku lakukan , bersimpuh dihadapanNya. Aku butuh kekuatan ekstra , kelembutan hati ekstra , keteguhan ekstra dan mampu bersikap bijak ekstra. Cuma Tuhan yang punya itu. Dia tidak pernah menolak hambanya yang tulus mendekat. Ia maha memberi bahaya karena ia ingin kita selalu ada didekatnya. ia tidak pernah rela kita meminta pada yang lain. Ia maha mengembalikan apa yang pernah hilang dan menggantinya dengan berlipat dan penuh berkah hingga kita dapat bahagia dan penuh syukur dengan pemberiannya yang baru.
yang kedua , aku mulai menghitung apa apa yang kami punya. Bukan yang tidak kami punya. Lebih berhatihati menggunakan apa apa yang kami punya agar tidak ada lagi yang hilang. Tuhan,aku ikhlas dengan apa yang engkau putuskan bagi kami.
Tuhan, bikin kami pintar memahami semua keputusanMu.
Tuhan , temani kami menyelesaikan semua masalah kami.
Tuhan,Tomboki semua kekurangan kami.
Tuhan, karuniakanlah jodoh untuk anak anakku dari golongan yang cinta kepadamu.Agar cinta kami kepadaMu makin menjadi jadi.
Tuhan, karunikanlah kepandaian menyukuri yang engkau telah berikan.
Tuhan , singkirkan semua penyakit yangmengerikan dari kami.
Tuhan, beri barokah atas ilmu , umur dan harta yang engkau berikan.
Tuhan, jauhkan kami dari neraka dunia dan akhiratmu.
Tuhan, tetap bimbinglah kami.
Tuhan, karuniakanlah kesehatan , harta dan karir yang sukses,
Tuhan, basuhlah kemarahan kami,hilangkan kedengkian kami .
Tuhan, jadikanlah semua hal dalam hidup kami adalah " baik"
Tuhan, jadikanlah semua orang menyayangi kami, tidak menfitnah kami dan tidak merencanakan keburukan untuk kami.
Tuhan, ampuni kami. Kasihi kami , ampuni kami, ampuni kami, ampuni kami.....
Amin.

25Agustus2008

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS